Senin, 19 September 2011

Pencuci Piring

Salamet Wahedi *
Radar surabaya, 25 Juli 2010

Nama saya Wildanto. Tapi orang-orang selama ini selalu tidak begitu utuh memanggilnya. Bahkan sebagian besar teman-teman saya sering memplesetkannya. Ibu saya yang memberi nama itu, dengan logat desanya, memanggil Bhidanto. Ayah pun setali tiga uang. Nama saya utuh ketika adik saya memanggilnya. Maklum adik saya sudah mengecap bangku sekolah.

Di kalangan teman-teman saya, Wildanto sering diplesetkan. Siap Komandan To, sapa Arief setiap bertemu saya. Menurutnya, nama saya diplesetkan Komandan To, karena sikap dan perangai saya yang agak keras. Agak seperti militer, katanya. Meski berulang kali saya tegaskan, sikap saya tidak pernah dibentuk oleh keluarga militer. Apalagi masuk kamp militer.



Si Amir lain lagi. Ia memplesetkan nama saya dengan nada bertanya. Wildan to? Yo, benar, selorohnya setiap memulai percakapan atau menanggapi pendapat saya. Saya hanya menanggapi dengan senyum kecil. Seperti teman-teman lainnya yang juga tertawa kecil.

Sebagai lulusan perguruan tinggi, saya sering menuliskan gelar di belakang nama saya: es-pede dan em-em. Dengan gelar pertama, saya selalu dianggap sebagai seorang pendidik. Orang-orang di kampung saya, mengira saya seorang guru, atau seorang dosen. Dengan kedua gelar itu pula, saya dan keluarga saya tidak lagi dipandang sebelah mata. Ibu tidak lagi dihina atau dicerca. Ayah sudah sering diajak rapat di balai desa.

Tapi sayang, gelar itu selamanya tidak menunjuk pekerjaan. Bahkan saya kadang malu menyandang gelas es-pe-de saya. Saya malu karena selama kuliah di jurusan pendidikan, saya tidak pernah paham betul tentang teori dan tokoh pendidikan. Saya tidak tahu teori Piaget, konsep Freire atau pun quantum learning.

“Wah mengajar itu tidak perlu teori dan konsep segala, To. Kita bisa ngomong dan nulis di papan tulis, dah cukup”, ujar Intan, teman kuliah saya. “Nggak ada ceritanya guru kalah sama murid”

Mendengar kata-kata itu, saya juga bersepakat. Guru-guru saya, terutama guru bahasa Indonesia memang tidak semenarik guru biologi atau matematika. Apalagi kalau yang disampaikannya sama plek dengan isi buku, saya malah mencibirnya.

“Terus tugas pokok pendidik itu?” saya coba sedikit idealis waktu itu.
“Yang penting guru itu lolos sertifikasi. Memberi nilai murid-muridnya. Eit jangan lupa buat er-pe-pe”

sekali lagi, sebagai mahasiswa yang agak malas, dan berpenampilan a la aktivis sekarang: baju necis, rambut rapi, dengan kata ‘pergerakan’, atau ‘agent of change’ di sana-sini, saya bersepakat dengan kata-kata teman saya. Kata-kata yang ketika saya rasakan sekarang, tak ubahnya seperti sabda sesat Dewa Ruci pada pandawa.
***

“Dan katanya kau jadi dosen? Wah selamat. Kau sekarang jadi orang. Jangan lupa pada teman-temanmu. Jangan lupa tuk nyumbang kalau dah gajian. Sebotol ja gak usah banyak-banyak.

Sosok Supri masih belum berubah begitu jauh ketika bertemu. Hanya garis-garis wajahnya yang tambah legam dan berkerut. Namun kebiasaannya masih tetap: suka minum. Gaya bicara tetaplah gaya lama: ceplas-ceplos. Dan yang paling kuhafal dan kukenang kerling matanya: Bagaimana dengan senyum titipan si Linda?

Menanggapi pertanyaan teman-teman tentang pekerjaan, saya hanya memberi penjelasan tentang apa itu orang kuliah. Saya katakan pada mereka, orang kuliah tidak selamanya harus jadi pegewai negeri sipil. Orang kuliah tidak harus jadi guru.

“Tapi orang kuliah itu, harus bisa mandiri”
“Tapi kau dah jadi dosen kan? Razak menguatkan pertanyaan Supri. Bibirnya yang ditarik-tarik, membuat saya sedikit tersenyum. Membuat saya menemukan celah untuk mengalihkan pembicaraan.

Mengenai pertanyaan apa pekerjaan saya, tidak bisa saya pungkiri, saya merasa terganggu. Perasaan terganggu itu semakin suntuk saja, ketika mendengar teman-teman saya sudah ada yang jadi pe-en-es, pegawai pertamina, atau sekretaris pak camat. Sedang pekerjaan saya? Ah kadang-kadang saya tidak bisa membayangkan, bagaimana orang-orang kampung saya akan mencibir. Orang-orang kampung akan kembali memerosokkan ibu saya. Tidak mengindahkan pendapat ayah saya. Kalau mereka tahu pekerjaan saya.

Saya tidak bisa membayangkan kiamat apa yang akan terjadi pada keluarga saya, kalau ayah, ibu, teman-teman saya di kampung dan orang-orang di kampung tahu: saya hanya seorang pencuci piring.

“Ah, hanya pencuci piring. Sekolah jauh-jauh hanya menjadi pencuci piring”, cibir teman-teman saya.

“Sudah kubilang, mau ke mana juga sekolah tinggi-tinggi, tidak akan jadi apa-apa. Kalau sudah mak-mak1 tidak akan jadi bhalanak2”, cibir tetangga saya.
***

Profesi pencuci piring, sebagai orang yang sudah mencecap bangku sekolah, sampai ruang kuliah, memang pilihan hidup yang naas. Pilihan hidup yang tidak hanya sial. Sebab seorang pencuci tetaplah pencuci. Ia tidak akan beranjak dari kata pencuci. Kalau toh pun ada, paling-paling kepala pencuci piring.

Meski orang-orang kampung, teman-teman sejawat memandang sebelah mata pada profesi pencuci piring, saya merasa bangga menjalaninya. Saya selalu hendak memamerkan: saya memang pencuci piring. Tapi saya tidak seperti Halimah, pencuci piring Haji Syamsul. Saya memang pencuri piring. Tapi saya tidak seperti Halimah, mengais hidup dari sisa-sisa uang receh Haji Dullah.

Saya pencuci piring pada meeting besar para bisnismen. Saya pencuci piring pada rapat akbar para dewan. Saya pencuci piring pada pesta para pejabat. Saya pencuci piring pada gemerlap ruang dansa orang-orang beruang.

Saya menemukan jalan menjadi pencuci piring sejak kuliah semester tiga. Waktu itu saya ikut organisasi “Kelompok Belajar Purnama”. Mulanya saya membayangkan seperti para dewan yang mendebatkan kata rakyat: kepentingan rakyat, pro rakyat, demi rakyat dan embel-embel rakyat lainnya. Tapi sayang menjadi pendebat nama rakyat, yang dikerenkan dengan sebutan dewan perwakilan rakyat, tidak hanya butuh banyak buku tentang rakyat. Tidak hanya butuh pemahaman apa dan siapa rakyat. Untuk jadi wakil rakyat, saya harus bisa menghidupi rakyat. Saya mesti pandai menipu rakyat, merampok rakyat, dan pura-pura perhatian pada rakyat.

Tapi saya tidak bisa. Orang tua saya melarat. Saya pun kuliah dalam keadaan darurat. Nurani saya kadang-kadang melaknat para wakil rakyat. Meski pada akhirnya saya memilih menjadi pencuci piring para wakil rakyat.

Menjadi pencuci piring wakil rakyat, mulanya diajak senior saya di “Kelompok Belajar Purnama”. Senior saya yang nyaleg mengajak saya bantu-bantu proyeknya sebagai anggota dewan. Dari bantu-bantu senior saya ini, saya dapat cipratan yang cukup untuk hidup sebulan. Lama-kelamaan, bantu-bantu proyek senior saya ternyata cukup enak. Ternyata memberi gambaran kemandirian yang lebih lunak.

Menjadi pencuci piring saya, tidak hanya mengorbankan dua gelar prestisius saya: es-pe-de dan em-em. Tapi sewaktu-waktu saya mesti lebih muslihat dari para wakil rakyat. Saya mesti bejat dari para pejabat.

Maaf, muslihat saya bukanlah untuk saling serang atau saling ejek dengan retorika tingkat tinggi di panggung kampanye. Kebejatan saya bukanlah untuk saling sikat di meja rapat. Seperti kata Mostar, teman saya yang selalu bertugas sebagai casual di pesta-pesta.

“Enaknya profesi seperti kita, ya bisa merasakan lezatnya berbagai jenis makanan. Rasa seribu menu”
“Kita pun bisa hidup seperti para pejabat”, saya menanggapi.”Kita bisa setara dengan wakil rakyat. Kita bisa merasakan kenikmatan orang-orang yang dipandang rakyat dengan hanya mengais sisa-sisa santapan mereka”.

“Ya kamu bisa menyantap sisa berbagai menu. Kalau saya hanya bisa meneduh aromanya. Apabila tukang bangket”
“Tenang aja kok, nanti kusisakan untukmu juga. Kau juga bisa membawanya pulang untuk keluarga”

Lalu kami pun sesama orang-orang pencuci piring orang-orang beruang, akan tertawa dengan girang. Akan tersenyum begitu riang. Kami akan tertawa sehabis mencicipi barang hidangan mewah.

Saya, mengingat percakapan sehabis pesta ini, selalu bangga menjadi pencuci piring. Pencuci piring yang bisa memasang tarif dan harga. Tidak seperti Halimah, pembantu yang hidupnya melata. Terus tidak berharga.
***

Saya pencuci piring. Tapi pencuci piring yang tidak dibayar dengan harga miring. Seperti barang-barang yang tidak berharga miring, piring-piring cucian saya selalu membuat bulu kuduk merinding.

Seperti saya katakan, sebagai pencuci piring dengan harga dan tarif yang tidak miring, saya tidaklah seperti Halimah, pembantu Haji Syamsul, atau pembantu rumah tangga yang hidupnya seperti hewan melata. Saya pencuci piring orang-orang yang sudah tidak merasa pusing. Tidak merasa pusing dengan hidup yang semakin sinting.

Setiap habis pesta, sebelum meremas spon, saya biasa menjilati piring-piring cucian saya. Saya biasa menjilati atau mengais sisa Soup merah, Ayam goreng saus inggris, Bistik ayam atau menu wah lainnya. Mungkin kedengarannya jijik, tapi kalau sudah pernah merasakan pasti akan ketagihan. Bagaimana tidak? Siapa yang tidak ketagihan menjilati sisa ketua dewan. Mengemasi jejak aktor panggung politik. Atau ketika menikmati ruangan ber-ac tanpa merogoh isi kantong.

Tapi maaf, profesi pencuci piring, sekelas apa pun, belum ada yang bisa membanggakan. Orang sedesa ibuku pun, belum mau menerima profesi pencuci piring. Belum bisa membanggakan pencuci piring. Hanya sesama pencuci piringlah, kami bisa saling membanggakan.

“Bhidanto, kamu itu sebenarnya kerja apa? Ibu ingin tahu dan merasakan kebahagiaanmu juga, To”
“Saya jadi asisiten anggota dewan, Bu”, jawab saya singkat dan padat. Meski dalam hati saya merenyuh, “Bu, maaf saya hanya seorang pencuci piring anggota dewan”.

Lidahwetan, 5 oktober 2009
Catatan:
1. mak-mak: teri
2. bhalanak:
*) Salamet Wahedi, Lahir di Sumenep, 03 Mei 1984. Menulis puisi, cerpen, dan esai. Karya-karyanya pernah dipublikasikan di berbagai media, antara lain: Majalah Sastra Horison, Radar Madura, Suara Pembaruan, dan Batam Pos. Juga dalam beberapa antologi: Nemor Kara (antologi puisi Madura, Balai Bahasa Surabaya, 2006), Yaa-sin (antologi puisi santri Jawa Timur, Balai Bahasa Surabaya, 2007), dan lain-lain. Tinggal di di Lidah Wetan, Gang VI No. 24 Surabaya.
Dijumput dari: http://www.facebook.com/note.php?note_id=451172297274

Tidak ada komentar:

A Rodhi Murtadho A. Alexander A. Anzieb A. Aziz Masyhuri A. Dahana A. Khoirul Anam A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Yusrianto Elga A.C. Andre Tanama A.J. Susmana A.S. Laksana A’an Jindan AS Abd. Mun’im Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W.M. Abdul Kirno Tanda Abdul Lathif Abdul Malik Abdul Rauf Singkil Abdul Walid Abdurrahman Wachid Abdurrahman Wahid Abid Rohmanu Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Adek Alwi Adhi Pandoyo Adhitia Armitrianto Adhy Rical Adi Faridh Adian Husaini Adin Aditya Ardi N Adreas Anggit W. Adrizas Adu Pesona Sang Wakil Presiden RI AF. Tuasikal Afri Meldam Afrizal Malna AG. Alif Agama Agama Para Bajingan Agit Yogi Subandi Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Buchori Agus Noor Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Rakasiwi Agus Sulton Agus Wibowo Agus Wirawan Aguslia Hidayah AH J Khuzaini Ah. Atok Illah Ahda Imran Ahid Hidayat Ahmad Anshori Ahmad Damanik Ahmad Fanani Mosah Ahmad Fatoni Ahmad Gaus Ahmad Hasan MS Ahmad Jauhari Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Naufel Ahmad S. Zahari Ahmad Syafii Maarif Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ainul Fiah Akbar Ananda Speedgo Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sahal Akhmad Sekhu Akhmad Siddiq Akhmad Sofyan Hadi Akhmad Taufiq Akmal Nasery Basral Aksin Wijaya Al-Fairish Al-Ma'ruf I Al-Ma'ruf II Alang Khoiruddin Albert Camus Ali Mahmudi Ch Alia Swastika Alvi Puspita Alvin Amien Wangsitalaja Aminah Aming Aminoedhin Ana Mustamin Anam Rahus Anas AG Andhi Setyo Wibowo Andi Gunawan Andry Deblenk Angela Anggie Melianna Anindita S. Thayf Anis Ceha Anitya Wahdini Anjrah Lelono Broto Antologi Sastra Lamongan Anugerah Ronggowarsito Anwar Nuris Aprillia Ika Arida Fadrus Aridus Arie MP Tamba Arie Yani Arief Junianto Ariel Heryanto Ariera Arif Bagus Prasetyo Aris Kurniawan Armawati Arswendo Atmowiloto Art Sabukjanur Arti Bumi Intaran Arwan Aryo Wisanggeni Aryo Wisanggeni Gentong AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Ashadi Ik Asrama Mahasiswa Aceh Sabena Asro Kamal Rokan Astrid Reza Asvi Warman Adam Atafras Atok Witono Awalludin GD Mualif Aziz Abdul Gofar Azwar Nazir Baca Puisi Badrus Siroj Bahrul Ulum A. Malik Balada Bambang kempling Bambang Riyanto Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Bastian Zulyeno Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Berita Duka Berita Koran Berita Utama Bernando J. Sujibto Bernarda Rurit Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Biografi Bre Redana Brunel University Brunel University London Budaya Budi Darma Budi Jay Utomo Budi P. Hatees Budi Palopo Budi Setyarso Budi Sp. Indrajati Budiman S. Hartoyo Budiman Sudjatmiko Buku Kritik Sastra Buldanul Khuri Candrakirana Cangaan Ujungpangkah Gresik Jawa Timur Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cawapres Jokowi Cerpen Chairil Anwar Chamim Kohari Chavchay Syaifullah Choirul Rikzqa Christian Heru Cahyo Saputro Cover Buku D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dadang Ari Murtono Dadang Widjanarko Damiri Mahmud Dani Fuadhillah Daniel Paranamesa Darju Prasetya Dati Wahyuni Dawet Jabung Ponorogo Dedykalee Deni Jazuli Denny JA Denny Mizhar Desa Glogok Karanggeneng Lamongan Deshinta Arofah Dewi Dessy Wahyuni Dewan Kesenian Lamongan Dewi Anggraeni Dian Sukarno Diana A.V. Sasa Didik Kusbiantoro Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Diskusi buku Djadjat Sudradjat Djasepudin Djoko Pitono Djoko Saryono Djuli Djatiprambudi Djulianto Susantio Dody Kristianto Dody Yan Masfa Dorothea Rosa Herliany Dr Andi Irawan Dr Siti Muti’ah Setiawati Dr. Hilma Rosyida Ahmad Drs H Choirul Anam Drs. Solihin Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Kartika Rahayu Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwidjo Maksum Dyah Ayu Fitriana Eddi Koben Edeng Syamsul Ma’arif Edy Apriyanto Sudiyono Edy Firmansyah Edy Susanto Efri Ritonga EH Ismail Eidi Krina Jason Sembiring Eka Budianta Eko Hartono Eko Hendrawan Sofyan Eko Hendri Saiful El Sahra Mahendra Elita Sitorini Elly Trisnawati Ellyn Novellin Elokdyah Meswati Em. Syuhada' Emha Ainun Nadjib Encep Abdullah Eni Sulistiyawati Eny Rose Esai Ester Lince Napitupulu Etik Widya Evan Ys F Rahardi Fahrudin Nasrulloh Fahrur Rozi Fajar Alayubi Fakhrunnas MA Jabbar Fanani Rahman Fatah Yasin Noor Fathan Mubarak Fathul Qodir Fathul Qorib Felix K. Nesi Festival Gugur Gunung Festival Seni Surabaya 2011 Festival Teater Religi Pelajar SLTA Se-kabupaten Lamongan Fikri. MS Fiqih Arfani Firman Daeva Forum Lingkar Pena Lamongan Forum Penulis dan Penggiat Literasi Lamongan (FP2L) Forum Santri Nasional Forum Santri Nasional (FSN) Free Hearty Galuh Tulus Utama Gandis Uka Ganug Nugroho Adi Gedung Sabudga UNISDA Lamongan Gendut Riyanto Gerakan Literasi Nasional Gerakan Surah Buku (GSB) Gerson Poyk Gesit Ariyanto Gita Pratama Glenn Fredly Goenawan Mohamad Golput Gombloh Gombloh (1948 – 1988) Grathia Pitaloka Gugun el-Guyanie Gunoto Saparie Gus Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin Gus Dur H.B. Jassin Hadi Napster Hafis Azhari Halim HD Halimi Zuhdy Hamid Dabashi Han Gagas Hardi Hamzah Hari Prasetyo Haris Del Hakim Haris Saputra Hary B Kori’un Hasan Basri Marwah Hasan Junus Hasif Amini Hasnan Bachtiar Hasyim Asy’ari Hendro Situmorang Henri Nurcahyo Henry H Loupias Hera Khaerani Heri CS Heri Kris Heri Latief Heri Listianto Herman RN Hernadi Tanzil Herry Lamongan Heru Kuntoyo Heru Kurniawan Hikmat Darmawan Holy Adib Hudan Hidayat Hujuala Rika Ayu Humaidi Humam S Chudori I Made Asdhiana I Nyoman Suaka I. B. Putera Manuaba IBM. Dharma Palguna Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi Ichwan Prasetyo Ida Fitri Ignas Kleden Ilham Safutra Ilham Wancoko Imam Munadjat Imam Nawawi Imam Zanatul Huaeri Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Iman Herdiana Imron Arlado Imron Rosyid Imron Tohari Indiar Manggara Indigo Art Space Madiun Indra Tjahyadi Indrian Koto Ingki Rinaldi Iqmal Tahir Is Faridatul Arifah Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Iskandar Zulkarnain Isra’ Mi’raj Iswadi Pratama Iswara N Raditya Iva Titin Shovia Iwan Awaluddin Yusuf Iwan Gunadi J. Sumardianta Jamrin Abubakar Jansen Sinamo Janu Jolang Janual Aidi Javed Paul Syatha Jayaning S.A Jejak Laskar Hisbullah Jombang Jemie Simatupang Jenny Ang Jiero Cafe Jihan Fauziah JJ. Kusni Jl Simo Jo Batara Surya Jodhi Yudono Joko Budhiarto Joko Sadewo Joko Sandur Joko Widodo Jones Gultom Joni Ariadinata Joresan Mlarak Ponorogo Joseph E. Stiglitz Jual Buku Paket Hemat Junus Satrio Jurnalisme Sastra K. Hirzuddin Hasbullah K.H. Anwar Manshur K.H. M. Najib Muhammad K.H. Ma’ruf Amin K.H. Masrikhan Asy'ari K.H. Mudzakir Ma'ruf Kadjie MM Kajian Kitab Nashoihul 'Ibad Kang Daniel Karanggeneng Kartika Foundation Kasanwikrama Kasnadi Katrin Bandel Kedai Kopi Sastra Kekal Hamdani Kemah Budaya Panturan (KBP) Kesenian KH. M. Najib Muhammad KH. Ma'ruf Amin Khairul Mufid Jr Khawas Auskarni Khoirul Anwar Khoirul Inayah Khoirul Naim Khoirul Rosyadi Ki Ompong Sudarsono Kitab Arbain Nawawi Kitab Puisi Suluk Berahi karya Gampang Prawoto Ko Hyeong Ryeol Koh Young Hun Koko Sudarsono Komaruddin Hidayat Kompas TV Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Komunitas Perupa Lamongan (KOSPELA) Komunitas Sastra Teater Lamongan (KOSTELA) Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Kopi Bubuk Mbok Djum Kopuisi Korban Gempa di Lombok Kospela KPRI IKMAL Lamongan Kris Razianto Mada Kritik Sastra Kurnia Sari Aziza Kurniawan Kusni Kasdut Kuswaidi Syafi’ie Kuswinarto Lagu Laili Rahmawati Laksmi Sitoresmi Lamongan Lan Fang Larung Sastra Lathifa Akmaliyah Latif Fianto Leila S. Chudori Leo Tolstoy Lina Kelana Listiyono Santoso Liya Izzatul Iffah Liza Wahyuninto Lucky Aditya Ramadhan Ludruk Jawa Timur Lukisan Lukman Alm Lukman Santoso Az Luqman Almishr Lustantini Septiningsih Lutfi S. Mendut Lynglieastrid Isabellita M Ismail M Zainuddin M. Afif Hasbullah M. Faizi M. Iqbal Dawami M. Irfan Hidayatullah M. Latief M. Lukluk Atsmara Anjaina M. Lutfi M. Mushthafa M. Riza Fahlevi M. Yoesoef M.D. Atmaja M’Shoe Madrasah Ibtida’iyah Thoriqotul Hidayah 1 Maghfur Munif Mahendra Cipta Mahmud Jauhari Ali Mahmud Syaltut Usfa Mahwi Air Tawar Majelis Ulama Indonesia Makalah Tinjauan Ilmiah Malam Apresiasi Seni Tanahmerah Ponorogo Maman S. Mahayana Mantan Pastur Hafidz Al-Qur'an Maqhia Nisima Mardi Luhung Margita Widiyatmaka Marhalim Zaini Maria Magdalena Bhoernomo Marjohan Marsel Robot Martin Aleida Martin Hatch Marwan Ja'far Marwita Oktaviana Marzuki Mustamar Mashuri Masjid Tegalsari di Pesantren Gerbang Tinatar Masuki M. Astro Matroni el-Moezany Matroni Muserang Max Arifin Maya Handhini Mbah Kalbakal Medco Media Jawa Timur Medri Osno Mega Vristian Mei Anjar Wintolo Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Memoar Memoar Purnama di Kampung Halaman Menggalang Dana Amal Mentari Meida Mh Zaelani Tammaka Michael Gunadi Widjaja Mien Uno (Ibunda Sandiaga Uno) Misbahul Huda Misbahus Surur Moch. Faisol Mochammad A. Tomtom Moh Samsul Arifin Moh. Ghufron Cholid Mohamad Ali Hisyam Mohammad Afifi Mohammad Rafi Azzamy Mts Putra-Putri Simo-Sungelebak Muh Muhlisin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Ghannoe Muhammad Ghufron Muhammad Hidayat Muhammad Marzuki Muhammad Muhibbuddin Muhammad N. Hassan Muhammad Rain Muhammad Taufik Muhammad Yasir Muhammad Zia Ulhaq Muhammadun A.S. Muhibin AM Muhidin M Dahlan Mujtahid Mujtahidin Billah Mukafi Niam Mukhsin Amar Mukti Sutarman Espe Mulyadi SA Mulyosari Banyuurip Ujung Pangkah Gresik Jawa Timur Mun'im Sirry Muntamah Cendani Museum Bikon Blewut Ledalero Musfarayani Musfi Efrizal Musyayana Mutia Sukma N. Syamsuddin CH. Haesy Nabi Adam Nanang Fahrudin Nandang Darana Naskah Monolog Naskah Teater Nasru Alam Aziz Nelson Alwi Ni Luh Made Pertiwi F Nindya Herdianti Ninin Nurzalina Wati Nitis Sahpeni Nono Anwar Makarim Noor H. Dee Noorsam Noval Jubbek Novel Pekik Novianti Setuningsih Nu’man ‘Zeus’ Anggara Nur Hamzah Nur Haryanto Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nuruddin Al Indunissy Nurul Aini Nurul Anam Nurul Komariyah Nuryana Asmaudi SA Nuswantoro Nyimas Nyoman Tingkat Obrolan Oktamandjaya Wiguna Oky Sanjaya Opini Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Oyos Saroso H.N. Padepokan Lemah Putih Surakarta Pagelaran Musim Tandur Pameran Seni Rupa Panda MT Siallagan Pawang Surya Kencana PDS H.B. Jassin Pekan Literasi Lamongan Pelukis Dahlan Kong Pelukis Jumartono Pelukis Saron Pelukis Senior Tarmuzie Pendidikan Penerbit SastraSewu Penerbitan dan Toko Buku PUstaka puJAngga Lamongan Pengajian Pengetahuan Perang Peringatan Hari Pahlawan 10 November Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Pesantren An Nawawi Tanara (Penata) Pesantren Kampung Inggris Peserta TEMU SASTRA JAWA TIMUR 2011 Petrik Matanasi Pilang Tejoasri Laren Lamongan Pilang Tejoasri Laren Lamongan Jawa Timur Pilkada Piramid Giza Politik Pondok Pesantren Al-Madienah Pondok Pesantren Ali Bin Abi Thalib Kota Tidore Kepulauan Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang Pradana Boy ZTF Pradaningrum Mijarto Pramoedya Ananta Toer Prih Prawesti Febriani Pringadi AS Prof Dr Achmad Zahro Prof Dr Aminuddin Kasdi Profil MA Matholi'ul Anwar Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi Puisi Menolak Korupsi (PMK) Puji Hartanto Puji Santosa Puput Amiranti N Purwanto Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin Puspita Rose Pustaka Ilalang PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Satria Kusuma Putu Setia Putu Wijaya R. Sugiarti R. Timur Budi Raja R.Ng. Ronggowarsito Rabdul Rohim Radhar Panca Dahana Raedu Basha Rahmat Sazaly Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Ramadhan Batubara Rambuana Raudal Tanjung Banua Raudlotul Immaroh Redland Movie Rengga AP Reni Lismawati Resensi Restoe Prawironegoro Ibrahim Riadi Ngasiran Rian Sindu Ribut Wijoto Rieke Diah Pitaloka Riki Dhamparan Putra Rinto Andriono Rizka Halida Rizky Putri Pratimi Robin Al Kautsar Rocky Gerung Rodli TL Rofiqi Hasan Rohmad Hadiwijoyo Rohmah Maulidia Rohman Abdullah Rojiful Mamduh Rosdiansyah Rosi Rosidi Roso Titi Sarkoro Rumah Budaya Pantura (RBP) Rumah Budaya Pantura Lamongan Rumah Literasi Rx King Motor S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Saifur Rohman Sajak Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sandiaga Uno Sanggar Pasir Sanggar Pasir Art and Culture Santi Puji Rahayu Sapardi Djoko Damono Sardono W Kusumo Sartika Sari Sarworo Sp Sastra Facebook Satmoko Budi Santoso Satrio Lintang Satyagraha Hoerip Saut Situmorang Savidapius Sayuri Yosiana Sayyid Fahmi Alathas Sejarah Sekolah Literasi Gratis SelaSAstra Boenga Ketjil SelaSAstra Boenga Ketjil #23 SelaSAstra Boenga Ketjil #24 Seni Ambeng Ponorogo Senirupa Seno Joko Suyono Septi Sutrisna Sergi Sutanto Setia Naka Andrian Shiny.ane el’poesya Shofiyatuz Zahroh Shohebul Umam JR Sholihul Huda Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Silfia Hanani Sindu Putra Sita Planasari Aquadini Siti Muyassarotul Hafidzoh Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Slamet Hadi Purnomo Soediro Satoto Soegiharto Soeprijadi Tomodihardjo Soetanto Soepiadhy Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sony Wibisono Sosiawan Leak Sreismitha Wungkul Sri Igustin Sri Mulyani Sri Wintala Achmad Sriyanto Danoesiswoyo Stefanus P. Elu Stevani Elisabeth STKIP PGRI Ponorogo Student Center Kampus ISI Yogyakarta Subagio Sastrowardoyo Suci Ayu Latifah Sudarmoko Sugeng Ariyadi Sukitman Sumenep Sumiati Anastasia Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sungelebak Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sunudyantoro Supriyadi Suripto SH Surya Lesmana Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutan Takdir Alisjahbana Sutardi Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Suyadi San Syafrizal Sahrun Syaifuddin Gani Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri Abdul Jabbar al-Hasani Asyadzili Syaikh Yusri al-Hasani Al Azhari Syamsul Arifin Syamsul Rizal Syi'ir Syifa Amori Syifa Aulia T.A. Sakti Tajuddin Noor Ganie Tamrin Bey dan Robin Al Kautsar TanahmeraH ArtSpace Tarpin A. Nasri Taufik Rachman Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teater Teater Air Teater Bias Teater Biru Teater Cepak Teater Dua Teater Kanjeng Teater Lingkar Merah Putih Teater Mikro Teater nDrinDinG Teater Nusa Teater Padi Teater Roda UNISDA Lamongan Teater Sakalintang Teater Tali Mama Teater Taman Teater Tawon Teater Tewol Teguh LR Temu Karya Teater Jawa Timur XXI Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Teori Darwin Teori Fisika Hawking Tgk Abdullah Lam U Tharie Rietha The Ibrahim Hosen Institute Theresia Purbandini Thomas Koten Tien Rostini Timur Arif Riyadi Tjahjono Widarmanto Tjut Zakiyah Anshari Toeti Adhitama Tosa Poetra Tri Andhi S Triyanto triwikromo Tu-ngang Iskandar Tulus S Tutut Herlina Ucu Agustin Udo Z. Karzi Ulil Abshar-Abdalla Umar Fauzi Uniawati Unieq Awien Universitas Jember Usman Arrumy Ustadz Bangun Samudra Uwell's King Shop Uwell's Setiawan Vassilisa Agata Veven Sp. Wardhana Viddy AD Daery Video Vino Warsono Virdika Rizky Utama Vita Devi Ajeng Pratiwi W. Haryanto W.S. Rendra Wakos R. Gautama Wawan Eko Yulianto Wawancara Welly Suryandoko William Shakespeare Wisnu Kisawa Wiwik Widiyati Wong Wing King Wuri Kartiasih Y. Wibowo Yayasan Thoriqotul Hidayah 1 Yayat R. Cipasang Yesi Devisa Yesi Devisa Putri Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yonathan Rahardjo Yudhi Herwibowo Yudi Latif Yulianto Yuliawati Yunanto Sutyastomo Yunus Supriyanto Yurnaldi Yushifull Ilmy Yusri Fajar Yusuf AN Yusuf Suharto Yusuf Wibisono Yuval Noah Harari Yuyuk Sugarman Z. Mustopa Zaim Rofiqi Zainal Arifin Thoha Zarra Martsella Zawawi Se Zed Abidien Zehan Zareez Zen Hae Zii Zuhdi Swt