Sabtu, 19 November 2011

Kursi Bos

Denny Mizhar
http://sastra-indonesia.com/

Jangan melawan kekuasaan, nanti akan tumbang. Berbaik-baiklah padanya. Kau akan selamat dalam bekerja. Terpenting bagi hidup adalah isi perut. Bukan idealisme. Sebab idealisme di tempat ini selalu masuk tong sampah. Menjadi tidak berguna. Karena rasa lapar masih ada. Jika kau masih takut lapar, ketika kesewenang-wenangan penguasa berbicara, cukup anggukkan kepala. Itu tandanya seiyasekata. Kau akan sejahtera. Penguasa di sini tidak akan mendengar apa yang menjadi harapan kita. Karena penguasa masih ingin perkasa. Seperti raksasa.
Besar tubuhnya juga kuat ototnya. Tidak seperti kita. Badan kecil tak punya apa-apa. Hanya kata “iya”, tak ada yang lainnya. Sebagaimana diajarkan dalam buku politik tanpa etika. Keuntungan sebagai penguasa harus selalu ada, tentunya keuntungan materi. Bukan kita yang harus diuntungkan. Penguasa punya tangan yang dapat memilah. Siapa terpilah dan terpilih pasti kantongnya menebal dan selalu dipertimbangkan. Bahkan mereka tak mau bagi-bagi dengan kita yang beda jalan kerja. Karena kuntungannya untuk membeli wanita tanpa nikah. Juga membeli kolom media agar kebusukannya tak sampai pada kita. Kebanyakan orang di sana.

Kau belum tahu aturan main di sini? Oh, iya. Kau lama sekolah. Hingga tak tahu aturan yang ada. Baiknya kau ikuti saja. Jika tidak, nasibmu akan sia-sia. Kalau sudah sia-sia bagaimana nasib anak dan istrimu. Kau kan sudah punya berkeluarga. Maka, harus ta’at dan patuh pada penguasa. Kau harus membaca langkah-langkah penguasa agar dapat tanda jasa. Kau tak akan dipikirkan oleh penguasa tentang ilmu yang kau punya. Sebab penguasa takut dengan ilmu. Karena ilmu bisa menumbangkan mereka. Makanya di sini tak ada ilmu. Tetapi adanya harta. Mari ikut denganku dan tanggalkan ilmumu. Kita akan mencari harta-harta yang bersliweran di antara kita. Seakan-akan kita telah melaksanakan kerja padahal kita hanya angguk-anggukan kepala.

“Tidak bagiku, kau salah menilai aku. Aku bukan seperti yang kau bayangkan dengan orang kebanyakan yang ada di sini.”

Ha..ha..ha.. Mungkin saja itu pengaruh dari sekolahmu ke luar negeri tentang etika. Dan kau mendapat ilmu untuk mencari nafkah. Tak harus anggukkan kepala, kau bisa makan. Sedang kita di sini. Gaji masih rendah tak mungkin melawan. Sebab kita tak berdaya.

“Karena itu, maka kita harus melakukan perlawanan”

Ya, sudah. Aku tak akan ikut-ikut. Sejak kepergianmu, segalanya berubah. Juga nasibku. Ruang akpresiku ditiadakan. Karena ruang ekpresiku bagi kekuasaan mengganggu kestabilan tempat kerja. Maka kini aku hanya melayani penjual saja. Tidak seperti dulu harus duduk manis dan mencatat transaksi-transaksi penjualan. Perusahaan ini semakin besar. Semakin banyak pelanggan. Tapi kekuasaanya di sini tak biasa di ganggu gugat. Sebelum kau pergi sekolah ke luar negeri. Di tempat ini masih aman saja. Sebab kekuasaan baru di dapatkan oleh Bos kita. Penunjukan Bos kita yang baru, itupun rekomendasi dari Bos kita yang lama. Sebab Bos lama tak ingin kehilangan kekuasaannya. Hanya saja Bos baru ditunjuk. Bos lama menempati kekuasaan yang di buatnya lebih tingggi di atas Bos baru. Alih-alih menyerahkan kekuasaanya tetapi tetap saja mengendalikannya. Bos lama, dalam ramalanku ingin terus melanggengkan kekuasaannya lewat orang-orang yang dipercaya. Mungkin juga anaknya juga akan dipersiapkan mengganti kekuasaa Bos baru kita.

“Ah, tempat kerja macam apa ini? dalam undang-undang yang saya baca mengenai aturan tempat kerja kita ini mengunakan sistem demokrasi. Tapi kemana letak kedemokrasiannya. Di sini banyak orang-orang yang mampu mengelola. Dari membuat strategi usaha hingga membuat kualitas produk yang dihasilkan di sini, bisa berkualitas. Aku tak harus diam. Aku sejak awal masuk kerja di sini sudah berjanji untuk mendedikasikan diri dan mengabdi. Tentu saja dengan terus belajar dan mengembangkan diri”.

Sudalah, tak ada gunanya grundelan-mu di sini. Ayo ikut aku. Membuat penelitian yang bisa memunculkan produk baru dan disukai Bos kita. Teman-teman kita sudah banyak yang mengantri mendaftarkan temuannya pada Bos. Agar mendapat angukan kepala, tentu saja aman tentram dan sejahterah bekerja di sini.

“Tidak.. Aku harus melawan. Buat apa bekerja di tempat yang busuk ini. Aku takut, jika suatu hari nanti perusahaan ini tidak menjadi milik kita bersama. Tapi milik keluarga Bos. Dan bisa jadi semaunya sendiri mengelola tanpa memikirkan kualitas serta apa yang terjadi di hari depan”

Sambil berjalan cepat Taufan meninggalkanku. Aku terus mengamati. Setiap ketemu rekan kerja, dia berhenti. Dengan berdiri dia berbicara serius. Mengabarkan perlawanan pada Bos. Sudah beberapa rekan kerja. Ketika berpapasan denganku dan mengabarkan apa yang diharapkan Taufan. Tapi semua tak setuju. Hanya beberapa yang setuju. Teman-teman akrabnya. Juga teman-teman kerja yang merasa dirinya senasib denganku, tapi tetap mempertahankan idealismenya. Rupanya diam-diam aku pun meneguhkan idealismeku. Dalam hatiku aku sepakat dengan Taufan. Tapi masalah keluarga menjadi pertimbanganku yang utama. Apalagi anakku sekarang dua. Mereka harus sekolah. Aku di antara kebimbangan yang tak dapat diurai sampai unjungnya. Aku masih harus tunduk di kaki kursi kekuasaan di sini.

***

Taufan semakin hari semakin berani. Padahal tepat di hari sabtu. Taufan dipanggil karena tulisannya yang di muat di salah satu media mengganngu kestabilan usaha. Dengar –dengar Taufan tetap berani melawan. Entah kenapa dengan Taufan. Bos tidak berani mengeluarkan dengan kesalahan yang di buat: menulis yang membuat kestabilan usaha goyah. Siapa dia Taufan.

Selidik punya selidik. Gerbong perlawanan Taufan sudah memanjang. Bahkan ada seoarang teman akrab Bos berada di balik Taufan. Seorang pengusaha yang banyak mengabdikan dirinya pada usaha-usaha kecil hingga usaha-usaha kecil mampu bertahan dalam persaingan. Tak kalah Bos diam-diam juga menyiapkan akal bulusnya. Untuk berkuasa kembali. Masih tak ada perlawanan yang nampak. Gerbong perlawanan Taufan yang tidak bergerak lagi. Bos mengumpulkan semua yang bekerja di sini. Termasuk aku. Orang-orang yang dekat dengan Taufan tak satupun diundang. Tapi ada beberapa yang dalam pengamatan saya dekat dengan Taufan juga menyembah kursi kekuasaan Bos. Aku diam-diam masuk gerbong Taufan. Tapi tak berani mendekat Taufan. Aku masih takut. Bos mulai menyiapkan tulisan-tulisan yang akan di sampaikan sesudah acara pertemuan yang dibuka oleh asisten Bos.

“Para pegawai yang aku cintai. Kalian adalah orang-orang yang terpilih. Sebab itu kalian saya undang di sini. Kalian adalah orang-orang yang setia dengan kursiku. Bulan depan adalah waktuku habis. Tapi aku tak melihat seorangpun yang dapat menggantikanku mengurus usaha ini. Usaha ini semakin besar dan dipandang orang. Bila nanti yang meneruskanku tidak becus. Maka kalian juga akan bekurang penghasilannya.”

Semua orang yang ada di dekat, di samping kiri-kanan-depan menganggukan kepala. Aku gerah dengan kalimat Bos tadi. Padahal sebenarnya ada seorang yang sudah punya kapasitas menggantikannya. Tapi Bos ingin mempertahankan kekuasaanya. Tiba-tiba Bos Lama datang. Sambil tersenyum melihat rapat kami.

“Benar apa yang dikatakan Bos kalian. Beri kesempatan lagi. Sebelum anakku dapat mengantikannya”.

Ah, apa-apaan ini. Kegelisahanku menaik pada puncak kesadaran. Kursi itu butuh pembaharuan bukan pembusukan. Tapi apa yang harus aku lakukan. Dengan menahan nafas. Fikiran nasib keluarga hilang seketika dan mulutkku mengeluarkan ketidak setujuan pada mereka. Aku mengatakan pada mereka bahwa Bos harus di ganti dengan Bos yang baru. Aku pun bilang padanya. Apakah kita mau di anggap tidak demokratis. Ah, aku lupa rupanya bahwa di sini demokrasi telah mati dan hanya ada dalam buku-buku yang terpajang dalam rak-raknya.

Tiba-tiba semua terdiam dan serupa patung. Aku lemas duduk. Aku ingat Taufan. Aku mulai tegar kembali. Aku menginginkan perubahan menjadi lebih baik. Aku tidak ingin menjual produk-produk kebusukan dari perusahaan ini. Bos menepuk pundakku.

“Buatlah surat pengunduran dirmu. Besok kau harus cari tempat kerja baru”.

Aku langsung keluar dari ruang rapat. Berjalan melewati lif dari kantorku yang bertingkat enam. Ruang Bosku ada di lantai paling atas. Aku sampai di lantai bawah. Lantai tempat menjual produk-produk dari perusahaan tempatku bekerja. Aku melihat seorang kawannya sedang duduk melihat dengan seksama ruang kerjanya. Aku bertanya padanya.

“Kau kenapa, kawan?”

“Aku baru saja membaca dari media masa. Bahwa aku telah digantikan. Aku tidak akan ditempat itu lagi. Yang menjadi aneh bagiku. Kenapa Bos tak memberitahuku dahulu sebelum menyiarkan di media masa yang dibaca semua orang”.

Sambil menepuk pundaknya, aku menenangkannya

“Kau tak usah resah, nasibmu lebih baik dariku”

Sambil lalu aku meneruskan berjalan. Sedang yang ada dalam benakku, kursi Bos semakin keropos dalamnya, tapi masih tampak kuat luarnya. Aku mengamati saat rapat tadi. Jika saja ada yang berani mendorong sedikit saja tentu kursi Bos tadi akan roboh. Aku pun pulang ke rumah dan sambil membayangkan nasib keluargaku, sekolah anakku, makan sehari-hariku.

Malang, Desember 2010

Tidak ada komentar:

A Rodhi Murtadho A. Alexander A. Anzieb A. Aziz Masyhuri A. Dahana A. Khoirul Anam A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Yusrianto Elga A.C. Andre Tanama A.J. Susmana A.S. Laksana A’an Jindan AS Abd. Mun’im Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W.M. Abdul Kirno Tanda Abdul Lathif Abdul Malik Abdul Rauf Singkil Abdul Walid Abdurrahman Wachid Abdurrahman Wahid Abid Rohmanu Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Adek Alwi Adhi Pandoyo Adhitia Armitrianto Adhy Rical Adi Faridh Adian Husaini Adin Aditya Ardi N Adreas Anggit W. Adrizas Adu Pesona Sang Wakil Presiden RI AF. Tuasikal Afri Meldam Afrizal Malna AG. Alif Agama Agama Para Bajingan Agit Yogi Subandi Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Buchori Agus Noor Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Rakasiwi Agus Sulton Agus Wibowo Agus Wirawan Aguslia Hidayah AH J Khuzaini Ah. Atok Illah Ahda Imran Ahid Hidayat Ahmad Anshori Ahmad Damanik Ahmad Fanani Mosah Ahmad Fatoni Ahmad Gaus Ahmad Hasan MS Ahmad Jauhari Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Naufel Ahmad S. Zahari Ahmad Syafii Maarif Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ainul Fiah Akbar Ananda Speedgo Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sahal Akhmad Sekhu Akhmad Siddiq Akhmad Sofyan Hadi Akhmad Taufiq Akmal Nasery Basral Aksin Wijaya Al-Fairish Al-Ma'ruf I Al-Ma'ruf II Alang Khoiruddin Albert Camus Ali Mahmudi Ch Alia Swastika Alvi Puspita Alvin Amien Wangsitalaja Aminah Aming Aminoedhin Ana Mustamin Anam Rahus Anas AG Andhi Setyo Wibowo Andi Gunawan Andry Deblenk Angela Anggie Melianna Anindita S. Thayf Anis Ceha Anitya Wahdini Anjrah Lelono Broto Antologi Sastra Lamongan Anugerah Ronggowarsito Anwar Nuris Aprillia Ika Arida Fadrus Aridus Arie MP Tamba Arie Yani Arief Junianto Ariel Heryanto Ariera Arif Bagus Prasetyo Aris Kurniawan Armawati Arswendo Atmowiloto Art Sabukjanur Arti Bumi Intaran Arwan Aryo Wisanggeni Aryo Wisanggeni Gentong AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Ashadi Ik Asrama Mahasiswa Aceh Sabena Asro Kamal Rokan Astrid Reza Asvi Warman Adam Atafras Atok Witono Awalludin GD Mualif Aziz Abdul Gofar Azwar Nazir Baca Puisi Badrus Siroj Bahrul Ulum A. Malik Balada Bambang kempling Bambang Riyanto Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Bastian Zulyeno Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Berita Duka Berita Koran Berita Utama Bernando J. Sujibto Bernarda Rurit Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Biografi Bre Redana Brunel University Brunel University London Budaya Budi Darma Budi Jay Utomo Budi P. Hatees Budi Palopo Budi Setyarso Budi Sp. Indrajati Budiman S. Hartoyo Budiman Sudjatmiko Buku Kritik Sastra Buldanul Khuri Candrakirana Cangaan Ujungpangkah Gresik Jawa Timur Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cawapres Jokowi Cerpen Chairil Anwar Chamim Kohari Chavchay Syaifullah Choirul Rikzqa Christian Heru Cahyo Saputro Cover Buku D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dadang Ari Murtono Dadang Widjanarko Damiri Mahmud Dani Fuadhillah Daniel Paranamesa Darju Prasetya Dati Wahyuni Dawet Jabung Ponorogo Dedykalee Deni Jazuli Denny JA Denny Mizhar Desa Glogok Karanggeneng Lamongan Deshinta Arofah Dewi Dessy Wahyuni Dewan Kesenian Lamongan Dewi Anggraeni Dian Sukarno Diana A.V. Sasa Didik Kusbiantoro Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Diskusi buku Djadjat Sudradjat Djasepudin Djoko Pitono Djoko Saryono Djuli Djatiprambudi Djulianto Susantio Dody Kristianto Dody Yan Masfa Dorothea Rosa Herliany Dr Andi Irawan Dr Siti Muti’ah Setiawati Dr. Hilma Rosyida Ahmad Drs H Choirul Anam Drs. Solihin Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Kartika Rahayu Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwidjo Maksum Dyah Ayu Fitriana Eddi Koben Edeng Syamsul Ma’arif Edy Apriyanto Sudiyono Edy Firmansyah Edy Susanto Efri Ritonga EH Ismail Eidi Krina Jason Sembiring Eka Budianta Eko Hartono Eko Hendrawan Sofyan Eko Hendri Saiful El Sahra Mahendra Elita Sitorini Elly Trisnawati Ellyn Novellin Elokdyah Meswati Em. Syuhada' Emha Ainun Nadjib Encep Abdullah Eni Sulistiyawati Eny Rose Esai Ester Lince Napitupulu Etik Widya Evan Ys F Rahardi Fahrudin Nasrulloh Fahrur Rozi Fajar Alayubi Fakhrunnas MA Jabbar Fanani Rahman Fatah Yasin Noor Fathan Mubarak Fathul Qodir Fathul Qorib Felix K. Nesi Festival Gugur Gunung Festival Seni Surabaya 2011 Festival Teater Religi Pelajar SLTA Se-kabupaten Lamongan Fikri. MS Fiqih Arfani Firman Daeva Forum Lingkar Pena Lamongan Forum Penulis dan Penggiat Literasi Lamongan (FP2L) Forum Santri Nasional Forum Santri Nasional (FSN) Free Hearty Galuh Tulus Utama Gandis Uka Ganug Nugroho Adi Gedung Sabudga UNISDA Lamongan Gendut Riyanto Gerakan Literasi Nasional Gerakan Surah Buku (GSB) Gerson Poyk Gesit Ariyanto Gita Pratama Glenn Fredly Goenawan Mohamad Golput Gombloh Gombloh (1948 – 1988) Grathia Pitaloka Gugun el-Guyanie Gunoto Saparie Gus Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin Gus Dur H.B. Jassin Hadi Napster Hafis Azhari Halim HD Halimi Zuhdy Hamid Dabashi Han Gagas Hardi Hamzah Hari Prasetyo Haris Del Hakim Haris Saputra Hary B Kori’un Hasan Basri Marwah Hasan Junus Hasif Amini Hasnan Bachtiar Hasyim Asy’ari Hendro Situmorang Henri Nurcahyo Henry H Loupias Hera Khaerani Heri CS Heri Kris Heri Latief Heri Listianto Herman RN Hernadi Tanzil Herry Lamongan Heru Kuntoyo Heru Kurniawan Hikmat Darmawan Holy Adib Hudan Hidayat Hujuala Rika Ayu Humaidi Humam S Chudori I Made Asdhiana I Nyoman Suaka I. B. Putera Manuaba IBM. Dharma Palguna Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi Ichwan Prasetyo Ida Fitri Ignas Kleden Ilham Safutra Ilham Wancoko Imam Munadjat Imam Nawawi Imam Zanatul Huaeri Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Iman Herdiana Imron Arlado Imron Rosyid Imron Tohari Indiar Manggara Indigo Art Space Madiun Indra Tjahyadi Indrian Koto Ingki Rinaldi Iqmal Tahir Is Faridatul Arifah Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Iskandar Zulkarnain Isra’ Mi’raj Iswadi Pratama Iswara N Raditya Iva Titin Shovia Iwan Awaluddin Yusuf Iwan Gunadi J. Sumardianta Jamrin Abubakar Jansen Sinamo Janu Jolang Janual Aidi Javed Paul Syatha Jayaning S.A Jejak Laskar Hisbullah Jombang Jemie Simatupang Jenny Ang Jiero Cafe Jihan Fauziah JJ. Kusni Jl Simo Jo Batara Surya Jodhi Yudono Joko Budhiarto Joko Sadewo Joko Sandur Joko Widodo Jones Gultom Joni Ariadinata Joresan Mlarak Ponorogo Joseph E. Stiglitz Jual Buku Paket Hemat Junus Satrio Jurnalisme Sastra K. Hirzuddin Hasbullah K.H. Anwar Manshur K.H. M. Najib Muhammad K.H. Ma’ruf Amin K.H. Masrikhan Asy'ari K.H. Mudzakir Ma'ruf Kadjie MM Kajian Kitab Nashoihul 'Ibad Kang Daniel Karanggeneng Kartika Foundation Kasanwikrama Kasnadi Katrin Bandel Kedai Kopi Sastra Kekal Hamdani Kemah Budaya Panturan (KBP) Kesenian KH. M. Najib Muhammad KH. Ma'ruf Amin Khairul Mufid Jr Khawas Auskarni Khoirul Anwar Khoirul Inayah Khoirul Naim Khoirul Rosyadi Ki Ompong Sudarsono Kitab Arbain Nawawi Kitab Puisi Suluk Berahi karya Gampang Prawoto Ko Hyeong Ryeol Koh Young Hun Koko Sudarsono Komaruddin Hidayat Kompas TV Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Komunitas Perupa Lamongan (KOSPELA) Komunitas Sastra Teater Lamongan (KOSTELA) Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Kopi Bubuk Mbok Djum Kopuisi Korban Gempa di Lombok Kospela KPRI IKMAL Lamongan Kris Razianto Mada Kritik Sastra Kurnia Sari Aziza Kurniawan Kusni Kasdut Kuswaidi Syafi’ie Kuswinarto Lagu Laili Rahmawati Laksmi Sitoresmi Lamongan Lan Fang Larung Sastra Lathifa Akmaliyah Latif Fianto Leila S. Chudori Leo Tolstoy Lina Kelana Listiyono Santoso Liya Izzatul Iffah Liza Wahyuninto Lucky Aditya Ramadhan Ludruk Jawa Timur Lukisan Lukman Alm Lukman Santoso Az Luqman Almishr Lustantini Septiningsih Lutfi S. Mendut Lynglieastrid Isabellita M Ismail M Zainuddin M. Afif Hasbullah M. Faizi M. Iqbal Dawami M. Irfan Hidayatullah M. Latief M. Lukluk Atsmara Anjaina M. Lutfi M. Mushthafa M. Riza Fahlevi M. Yoesoef M.D. Atmaja M’Shoe Madrasah Ibtida’iyah Thoriqotul Hidayah 1 Maghfur Munif Mahendra Cipta Mahmud Jauhari Ali Mahmud Syaltut Usfa Mahwi Air Tawar Majelis Ulama Indonesia Makalah Tinjauan Ilmiah Malam Apresiasi Seni Tanahmerah Ponorogo Maman S. Mahayana Mantan Pastur Hafidz Al-Qur'an Maqhia Nisima Mardi Luhung Margita Widiyatmaka Marhalim Zaini Maria Magdalena Bhoernomo Marjohan Marsel Robot Martin Aleida Martin Hatch Marwan Ja'far Marwita Oktaviana Marzuki Mustamar Mashuri Masjid Tegalsari di Pesantren Gerbang Tinatar Masuki M. Astro Matroni el-Moezany Matroni Muserang Max Arifin Maya Handhini Mbah Kalbakal Medco Media Jawa Timur Medri Osno Mega Vristian Mei Anjar Wintolo Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Memoar Memoar Purnama di Kampung Halaman Menggalang Dana Amal Mentari Meida Mh Zaelani Tammaka Michael Gunadi Widjaja Mien Uno (Ibunda Sandiaga Uno) Misbahul Huda Misbahus Surur Moch. Faisol Mochammad A. Tomtom Moh Samsul Arifin Moh. Ghufron Cholid Mohamad Ali Hisyam Mohammad Afifi Mohammad Rafi Azzamy Mts Putra-Putri Simo-Sungelebak Muh Muhlisin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Ghannoe Muhammad Ghufron Muhammad Hidayat Muhammad Marzuki Muhammad Muhibbuddin Muhammad N. Hassan Muhammad Rain Muhammad Taufik Muhammad Yasir Muhammad Zia Ulhaq Muhammadun A.S. Muhibin AM Muhidin M Dahlan Mujtahid Mujtahidin Billah Mukafi Niam Mukhsin Amar Mukti Sutarman Espe Mulyadi SA Mulyosari Banyuurip Ujung Pangkah Gresik Jawa Timur Mun'im Sirry Muntamah Cendani Museum Bikon Blewut Ledalero Musfarayani Musfi Efrizal Musyayana Mutia Sukma N. Syamsuddin CH. Haesy Nabi Adam Nanang Fahrudin Nandang Darana Naskah Monolog Naskah Teater Nasru Alam Aziz Nelson Alwi Ni Luh Made Pertiwi F Nindya Herdianti Ninin Nurzalina Wati Nitis Sahpeni Nono Anwar Makarim Noor H. Dee Noorsam Noval Jubbek Novel Pekik Novianti Setuningsih Nu’man ‘Zeus’ Anggara Nur Hamzah Nur Haryanto Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nuruddin Al Indunissy Nurul Aini Nurul Anam Nurul Komariyah Nuryana Asmaudi SA Nuswantoro Nyimas Nyoman Tingkat Obrolan Oktamandjaya Wiguna Oky Sanjaya Opini Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Oyos Saroso H.N. Padepokan Lemah Putih Surakarta Pagelaran Musim Tandur Pameran Seni Rupa Panda MT Siallagan Pawang Surya Kencana PDS H.B. Jassin Pekan Literasi Lamongan Pelukis Dahlan Kong Pelukis Jumartono Pelukis Saron Pelukis Senior Tarmuzie Pendidikan Penerbit SastraSewu Penerbitan dan Toko Buku PUstaka puJAngga Lamongan Pengajian Pengetahuan Perang Peringatan Hari Pahlawan 10 November Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Pesantren An Nawawi Tanara (Penata) Pesantren Kampung Inggris Peserta TEMU SASTRA JAWA TIMUR 2011 Petrik Matanasi Pilang Tejoasri Laren Lamongan Pilang Tejoasri Laren Lamongan Jawa Timur Pilkada Piramid Giza Politik Pondok Pesantren Al-Madienah Pondok Pesantren Ali Bin Abi Thalib Kota Tidore Kepulauan Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang Pradana Boy ZTF Pradaningrum Mijarto Pramoedya Ananta Toer Prih Prawesti Febriani Pringadi AS Prof Dr Achmad Zahro Prof Dr Aminuddin Kasdi Profil MA Matholi'ul Anwar Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi Puisi Menolak Korupsi (PMK) Puji Hartanto Puji Santosa Puput Amiranti N Purwanto Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin Puspita Rose Pustaka Ilalang PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Satria Kusuma Putu Setia Putu Wijaya R. Sugiarti R. Timur Budi Raja R.Ng. Ronggowarsito Rabdul Rohim Radhar Panca Dahana Raedu Basha Rahmat Sazaly Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Ramadhan Batubara Rambuana Raudal Tanjung Banua Raudlotul Immaroh Redland Movie Rengga AP Reni Lismawati Resensi Restoe Prawironegoro Ibrahim Riadi Ngasiran Rian Sindu Ribut Wijoto Rieke Diah Pitaloka Riki Dhamparan Putra Rinto Andriono Rizka Halida Rizky Putri Pratimi Robin Al Kautsar Rocky Gerung Rodli TL Rofiqi Hasan Rohmad Hadiwijoyo Rohmah Maulidia Rohman Abdullah Rojiful Mamduh Rosdiansyah Rosi Rosidi Roso Titi Sarkoro Rumah Budaya Pantura (RBP) Rumah Budaya Pantura Lamongan Rumah Literasi Rx King Motor S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Saifur Rohman Sajak Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sandiaga Uno Sanggar Pasir Sanggar Pasir Art and Culture Santi Puji Rahayu Sapardi Djoko Damono Sardono W Kusumo Sartika Sari Sarworo Sp Sastra Facebook Satmoko Budi Santoso Satrio Lintang Satyagraha Hoerip Saut Situmorang Savidapius Sayuri Yosiana Sayyid Fahmi Alathas Sejarah Sekolah Literasi Gratis SelaSAstra Boenga Ketjil SelaSAstra Boenga Ketjil #23 SelaSAstra Boenga Ketjil #24 Seni Ambeng Ponorogo Senirupa Seno Joko Suyono Septi Sutrisna Sergi Sutanto Setia Naka Andrian Shiny.ane el’poesya Shofiyatuz Zahroh Shohebul Umam JR Sholihul Huda Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Silfia Hanani Sindu Putra Sita Planasari Aquadini Siti Muyassarotul Hafidzoh Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Slamet Hadi Purnomo Soediro Satoto Soegiharto Soeprijadi Tomodihardjo Soetanto Soepiadhy Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sony Wibisono Sosiawan Leak Sreismitha Wungkul Sri Igustin Sri Mulyani Sri Wintala Achmad Sriyanto Danoesiswoyo Stefanus P. Elu Stevani Elisabeth STKIP PGRI Ponorogo Student Center Kampus ISI Yogyakarta Subagio Sastrowardoyo Suci Ayu Latifah Sudarmoko Sugeng Ariyadi Sukitman Sumenep Sumiati Anastasia Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sungelebak Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sunudyantoro Supriyadi Suripto SH Surya Lesmana Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutan Takdir Alisjahbana Sutardi Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Suyadi San Syafrizal Sahrun Syaifuddin Gani Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri Abdul Jabbar al-Hasani Asyadzili Syaikh Yusri al-Hasani Al Azhari Syamsul Arifin Syamsul Rizal Syi'ir Syifa Amori Syifa Aulia T.A. Sakti Tajuddin Noor Ganie Tamrin Bey dan Robin Al Kautsar TanahmeraH ArtSpace Tarpin A. Nasri Taufik Rachman Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teater Teater Air Teater Bias Teater Biru Teater Cepak Teater Dua Teater Kanjeng Teater Lingkar Merah Putih Teater Mikro Teater nDrinDinG Teater Nusa Teater Padi Teater Roda UNISDA Lamongan Teater Sakalintang Teater Tali Mama Teater Taman Teater Tawon Teater Tewol Teguh LR Temu Karya Teater Jawa Timur XXI Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Teori Darwin Teori Fisika Hawking Tgk Abdullah Lam U Tharie Rietha The Ibrahim Hosen Institute Theresia Purbandini Thomas Koten Tien Rostini Timur Arif Riyadi Tjahjono Widarmanto Tjut Zakiyah Anshari Toeti Adhitama Tosa Poetra Tri Andhi S Triyanto triwikromo Tu-ngang Iskandar Tulus S Tutut Herlina Ucu Agustin Udo Z. Karzi Ulil Abshar-Abdalla Umar Fauzi Uniawati Unieq Awien Universitas Jember Usman Arrumy Ustadz Bangun Samudra Uwell's King Shop Uwell's Setiawan Vassilisa Agata Veven Sp. Wardhana Viddy AD Daery Video Vino Warsono Virdika Rizky Utama Vita Devi Ajeng Pratiwi W. Haryanto W.S. Rendra Wakos R. Gautama Wawan Eko Yulianto Wawancara Welly Suryandoko William Shakespeare Wisnu Kisawa Wiwik Widiyati Wong Wing King Wuri Kartiasih Y. Wibowo Yayasan Thoriqotul Hidayah 1 Yayat R. Cipasang Yesi Devisa Yesi Devisa Putri Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yonathan Rahardjo Yudhi Herwibowo Yudi Latif Yulianto Yuliawati Yunanto Sutyastomo Yunus Supriyanto Yurnaldi Yushifull Ilmy Yusri Fajar Yusuf AN Yusuf Suharto Yusuf Wibisono Yuval Noah Harari Yuyuk Sugarman Z. Mustopa Zaim Rofiqi Zainal Arifin Thoha Zarra Martsella Zawawi Se Zed Abidien Zehan Zareez Zen Hae Zii Zuhdi Swt