Sabtu, 03 September 2011

A LETTER TO EMBASSY

SURAT MERAH!! UNTUK KEDUTAAN INDONESIA DI SAUDI…
Nuruddin Al Indunissy

Masih hangat di ingatan tentang sebuah nama, saudari kita yang dipancung di saudi.. iyah ia sudah tiada dan berita menggetarkan menyebar keseluruh dunia, lalu Indonesia seperti menangis semua hati pilu satu jiwa terbunuh demi satu kelalaian..

Satu leher terlihat jelas, dipenggal disaudi..

Seluruh media ramai berkomentar; “Ya..itu karena mereka tidak berpendidikan..” sebagian mereka berkata; “Memalukan..” sebagian lagi berkata “Akh. Itu kesalahan mereka, saja..” bla bla bla…


Ya sudah, ya sudahlah.

Tapi tidak kah kalian melihat dari sisi lain?

Hari ini aku berdiri sebagai saksi wajah wajah ketakutan mereka yang butuh perlindungan bukan cacian..

Pelan kudengar,..

Peminpin Negeri di tanah air menghentikan armada TKW ke Saudi?

Iyah, aku saksinya di kota ini. Pihak Saudi pun telah mengganti TKW Indonesia dengan Somalia..

“Mafi muskilah… tak apa, TKW dari Somalia lebih murah…”

Ujar saudi, lalu Indonesia menimpali: “Bagus lah.. sudah hentikan saja!”

LALU BERESKAH SEMUANYA?

Tentunya kematian adalah bagian dari takdir Allah yang Maha Sempurna dengan segala Perencanaan-Nya. Tapi disisi lain, dalam setiap peristiwa terkecil sekalipun pasti terdapat makna makna jika kita rajin bertafaqur.

Subhanallah..

Satu nyawa Muslimah itu bukan harga murah…

Aku begitu terkejut ketika dua hari lalu mampir ke Jeddah.

Tentu ini bukanlah satu ketidaksengajaan..

Hari ini telingaku mendengar sayup sayup jeritan mereka dari balik penjara.

BRIMAN…

Penjara wanita terbesar di negeri 1001 TKI ini.

Penjara ini lebih besar jika dibanding penjara lain di Makkah, Riyadh atau Madinah.

Penjara ini masih menyimpan rahasia..

Bau busuk mengusik hidungku, setumpuk kasus tertimbun disana..

Ratusan wanita Muslimah Indonesia yang seharusnya berharga terbuang disana…

Dengarkanlah baik baik..

Dari balik penjara itu terdengar desahan kesal..

Kekhawatiran tanpa ujung.. Menanti keadilan atau kematian!

Mereka merayu dipercepat hukuman..

Bukan ditelantarkan disana!

Iyah, mereka mungkin salah..

Tapi ketahuilah, mereka hanyalah wanita lemah!

Mereka hanya mampu menangis dan berdo’a..

Bukankah tugas Embassy untuk menjadi peneduh bagi mereka?

Anisa Turmudi (nama sebenarnya)

28 Syawal 1431 Hijriyah tertangkap mutawwa sedang pacaran di salah satu pantai di Jeddah dengan Khaled. Duduk duduk berdua di pantai Jeddah tanpa surat nikah adalah kriminal.. beda dengan remaja remaja yang nongkrong ciwalk-bandung…apalagi saat diperiksa, Anisa tidak punya Iqama..

Ia ditangkap lalu dipenjara hari itu juga, lalu diam disana menanti persidangan..

Polisi kerajaan mungkin mengira Anisa adalah prostisusi,

Padahal saat itu Anisa dan Khaled hanya sedang duduk duduk di pantai Jeddah.

Entahlah, lupakan..

21 Safar 1432 Hijriyah..

Empat bulan kemudian Anisa baru di sidang.

Anisa diputuskan untuk dipenjara selama 4 bulan plus hukuman cambuk sebanyak 200 kali. Tapi Anisa telah membayar 3 bulan 23 hari sebelum sidang, artinya hanya tersisa 7 hari dan hukuman cambuk.

Anisa bernafas lega, akhirnya ia telah mendapat kepastian hukum dari kesalahannya. Khaled telah dibebaskan beberapa bulan lalu, Khaled hanya dipenjara 3 Hari saja. Karen dia saudi… tapi Anisa masih harus menanti 7 hari lagi + hukum cambuk yang masih utuh 200 pukulan..

“Tak apa, aku memang salah..”

Ungkapnya ketika saya telusuri dari ujung telpon dipenjara deritanya.

Ia memang salah, sudah 11 tahun tinggal di Jeddah dan tak punya iqama..

Dan ia telah menjalani hukuman.

Hanya tersisa satu minggu lagi…

“Saat itu aku sedikit tegar” Ungkapnya.

Biarlah..

Waktu ia tunggu, jam demi jam ia menanti,

Tujuh hari seperti tujuh tahun..

Akhirnya hari itu tiba..

Hari mendebarkan itu ia menanti kedutaan Indonesia untuk menjemputnya..

Tapi kedutaan Indonesia sepertinya sedang tidak ramah kepadanya. Sebenarnya selama 4 bulan itu, tidak seharipun mereka menjenguknya.

Hari inipun sepertinya mereka sedikit telat.

Anissa hanya berharap semoga besok pagi, kedutaan Indonesia yang terhormat itu mau bangun lebih awal… dan sebentar saja menyempatkan diri untuk melirik namanya dari sederetan kasus yang menumpuk dimeja kerja beliau beliau..

Sayang,..

1 hari, 2 hari sampai 7 hari kemudian tidak ada kabar..

7 minggu kemudian masih belum ada kabar, hingga saat ini… hampir 7 BULAN ia menanti pahlawannya di penjara itu..

7 bulan wahai telinga yang mendengar..

Sekali lagi..

7 BULAN DI PENJARA BRIMAN JEDDAH..

Sedangkan seharusnya ia sudah bebas, hanya sang duta lupa menjemputnya..?

Khaled menuturkan:

“Disaudi, jika wanita dipenjara lalu saatnya ia bebas hari itu juga ia bebas jika kedutaannya mengurusi. Jika kemudian hari itu ia tidak dibebaskan, dan baru dibebaskan besok hari karena sesuatu.. maka pihak kerajaan harus membayar 1000 Real/Hari terhitung hari pertama ia bebas!”.

Khaled adalah pacar Anisa yang tertangkap di pantai itu.

Saya tersentak dan spontan bertanya kepada Khaled?

“Masha Allah… may be Anissa is geting reach right?” (Ya ampuun.. mungkin nanti Anisa bakal menjadi kaya raya dengan uang keterlambatan pembebasannya itu ya?”

Khaleed menjawab:

“Yes.. but nothing right now, because your embassy is sleeping?”

(Iah, tapi itu tak berarti lagi karena kedutaan Indonesianya tidur?)

“She’s crying ya nuruddin! this is crucial thing”.

(Dia hanya bisa menangis nuruddin.. ini hal yang sangat serius) dia menambahkan.

7 bulan ia menanti Jemputan..

Itu penantian panjang keduanya, setelah 4 bulan sebelumnya menanti sidang..

4+7 = 11 bulan..

dari 28 Syawal 1431 Hijriah hingga 23 Ramadhan 1432 Hijriyah..

11 Bulan menanti..

Apa kalian mengira saya sedang membacakan dongeng sebelum tidur?

INI NYATA BRADER…

DENGARKANLAH… LIHATLAH DENGAN MATA HATI..

Dipenjara Briman, Jeddah.

Kedutaan Philippine biasa datang menjenguk penjara 2 minggu sekali, ada atau tidak ada wanita Philippine yang dipenjara disana..

Mereka rutin mengecek jika saja ada masalah.

Khaled menambahkan:

“Beberapa waktu lalu, pernah ada wanita Philippine didalam penjara Bruman. Kedutaan mereka mengeceknya secara continue selama masa tahanan itu… kedutaan mereka tetap datang meski wanita pilipina itu telah diputuskan hukuman penjara, mereka tetap datang menanyakan tentang bagaimana makanan didalam penjara, bagaimana tempat tidur, bagaimana baju dan fasilitas lain… bahkan mereka menawari jika saja ada saudara wanita itu di Riyadh atau kota lain disaudi yang mungkin untuk didatangkan untuk menjenguknya….”

Tapi…

Tapi ada apa dengan kedutaan Indonesia yang tidak pernah jalan kesana?

Tidak kah engkau mendengar suara jeritan wanita teraniyaya itu, semakin hari suara mereka semakin melemah menanti keadilan? Disana tidak hanya Anisa…

Banyak Anisa Anisa lain….

Saya tertegun.

Penasaran saya langsung ambil hape dari tangan Khaleed..

Saya tanyakan Anisa di dalam penjara sana: “Anisa! ada berapa banyak wanita Indonesia disana?”

Dia jawab: “Banyak mas..”

Saya tanya lagi: “Iya ada berapa kira kira, sepuluh dua puluh?”

Dia jawab:

“Ratusan mas…!

“Berapa ratus?”

Tanyaku lagi sambil menulis draft catatan ini di laptop didepanku.

“Tidak terhitung mas, mungkin lebih dari 300..” jawabnya.

“Astaghfirullah… 300…?”

Saya terperanjat..

Dan dari ujung telpon suara anisa makin parau.

“Tolong mas.. please, aku sudah capai. Aku dipukul 200 kali ga papa. Aku rela..”

Ungkapnya lagi memelas dari ujung telephone di penjara sana..

Aku terharu, lalu kutimpali sekedar menenangkan:

“Kamu dicambuk 200 itu memang mudah? Itu sakit nis.. mungkin jauh lebih baik seperti itu. Tinggal disana rame rame. Gimana makanan disana?”

Dari ujung telpon Anisa seperti tertawa dipaksakan.

“Yah.. Makanan disini biasa lah mas, sambosa.. roti.. kayak gitu. Aku gak punya duit, yang punya uang bisa beli. Disini ada canteen juga”

“Ya itu lebih baik kan, daripada dicambuk?” tanyaku menguji.

Anisa menjawab:

“Saya punya keluarga di Surabaya mas…”

Hatiku benar benar terluka ketika mendengar kata itu..

Keluarga, aku pun memiliki keluarga..

Tapi saya adalah laki laki.

Ketika ketidak adilan didepan saya terjadi, saya bisa teriak dan membentak..

Tapi wanita..?

Suara hati mereka halus..

Mereka kadang tidak mampu berkata kata..

Apalagi bahasa arab mereka pas pasan..

Bahasa ingris nol besar..

“Annissa..” ungkapku, hatiku terharu.

“Annisa. Saya adalah penulis, ya.. meski menulis hanya di facebook, tapi insya Allah pendengar saya cukup banyak. Inysa Allah saya berjanji untuk menerjemahkan rintihanmu disana.. ”

“Tolong mas. please..”

Anisa hanya menjawab itu, selanjutnya hanphone mati.

Berbicara dipenjara tentu tidak sebebas di dunia luar..

Ini adalah Amanah yang harus kusampaikan..

Suara halus itu harus kuterjemahkan, agar suara itu terdengar…!

Amanah ini harus tetap kusampaikan meski telinga telinga itu telah tuli, meski mungkin tak sesiapa peduli..

Wahai engkau yang terhormat di kursi embassy?

Harus kah kalian aku bangunkan dengan cara seperti ini?

MEMALUKAN..!

Khaled Asyiri,

Warga lokal Arab yang sangat peduli dengan warga Indonesia di Jeddah, adalah seseorang yang mencatat dengan details perkembangan Annisa dari mulai dipenjara hingga hari ini. Dia menyayangi Anisa. Ia bercerita kepadaku dengan menggebu gebu..

Setelah Khaled mendengar Anisa disidang ..

Dan tak ada seorangpun menjemputnya ke penjara, Khaled gundah..

Ada apa dengan embassy Indonesia?

Ia menemui kedutaan Indonesia cabang Jeddah..

Dilihatnya banyak wanita Indonesia sedang berkumpul ditaman kedutaan, tapi tak ada satu kepala pun keluar untuk menyapanya..

Oh iya, embassy itu mungkin sibuk..

Iya masuk kedalam, bertanya dengan nada tinggi..

Tapi tak ada solusi.

Iya menawarkan untuk menjadi wakil kedutaan Indonesia untuk menjemput Anissa di penjara, ia berjanji akan membelikan tiket untuk Anisa pulang ke Indonesia. Ia juga menawarkan SR 1000 untuk staff embassy yang sedang mengantuk itu, tapi kedutaan tetap mengantuk..

Khaled menggebrak meja!

“Pennnnn enta mudirrr…?”

(Mana big boss kalian disini..? saya ingin bicara…)

Apa yang dilakukan staff KJRI JEDDAH tersebut?

Ia marah, ia bangun dan memanggil polisi Saudi yang ada digedung sebelah..

Ia berdiri tegak dan berkata:

“Tidak tahukah anda bahwa ini lembaga Internasional??”

Khaled menahan sesak dadanya..

Beberapa polisi saudi memaksanya keluar dari KJRI Jeddah..

Khaled pulang, menelpon Anisa di penjara..

Ma’alish..

Maafkan kekasihmu yang tidak bisa membantu lagi..

Kedutaan mu sedang tidur pulas dan tidak mau diganggu.

Anisa terdiam..

Ia memegangi koran yang sudah lusuh ditangannya,..

Membaca janji manis penegak hukum di tanah air yang katanya akan memberi ia bebas Ramadhan ini..

Ramadhan ini kawan..

Hari ini sudah 23 Ramadhan sebentar lagi lebaran..

Anisa masih berharap harap cemas, bisakah ia menemui keluarganya lebaran ini?

Anisa masih menangis pedih di penjara BRUMAN..

Menanti kedutaan Indonesia yang molor..

Biar kukatakan lebih lantang..

KEDUTAAN INDONESIA DI SAUDI MOLOR…

Saya sebenarnya tidak peduli kalian mau ngantor ataupun molor..

Pertanyaan saya adalah sampai kapan kalian akan tertidur pulas dan pesta iftar disana, sementara wanita lemah tanggung jawab kalian memakan roti kering setiap hari di saat sahur dan buka puasa…

Apa wanita wanita lemah itu akan tetap disana hingga puasa tahun depan?

Apa kalian tidak enggan memakan gaji haram.. !

Bukankah rakyat Indonesia telah membayar kalian mahal untuk duduk di kursi itu?

Apa harus saya jelaskan apa yang harus kalian kerjakan selain duduk manis di kursi itu?

Tidakkah terlintas untuk sehari saja lihat lihat situasi?

Lihat lihat situasi bung…!

Malu lah sama kedutaan Philippine..

Mereka peduli sama warga Negara yang menjadi tanggung jawabnya?

Semoga kalian marah membaca tulisan ini.

Semoga kalian cepat cepat tanggapi wanita wanita lemah itu.

Sebelum catatan ini tersebar di blog blog dan masuk media cetak di Indonesia.

Hari sudah siang brader..

Cerita ini bukan karangan, no Hp Anisa masih ada di inbox handphone saya. Khaled masih bersama saya di sini.. di jedah. Semua details informasi masih tercatat di Khaleed. Jika mungkin kalian lupa, atau pura pura tidak ingat lagi kapan Anisa ditangkap dan seharusnya bebas silahkan telpon nomor saya di profile facebook…

Saya berkerja di InterContinental Riyadh.

Saya tidak sengsara seperti mereka, karena saya laki laki.

Sama seperti antum semua..

Kita ini laki laki..

Dan mereka itu adalah perempuan.

Tidakkah kalian berfikir sesaat sahaja..

Dan bayangkan jika wanita wanita itu adalah anakmu atau istrimu..

Apa yang kamu rasakan?

Hmm?

Di bahwah jembatan ini, dulu berita memalukan para TKI Indonesia yang terlantar di ungkap media dan berita tersebar kepeloksok negeri – lalu – apakah penjara BRIMAN harus di ungkap media agar kalian terbangun?

Semoga pesan kecil ini merambat keseluruh peloksok tanah air..

Ini adalah amanah dari Anisa yang harus saya sampaikan kepada kalian.

Ingat bukan hanya Anisa, disana banyak Anisa Anisa lain..

Anisa Anisa lain..

Posted in Jeddah 23/08/2011
NORTHERN JEDDAH – SAUDI ARABIA 2011
Sumber: http://www.facebook.com/notes/nuruddin-al-indunissy/a-letter-to-embassy/141127295976995

Tidak ada komentar:

A Rodhi Murtadho A. Alexander A. Anzieb A. Aziz Masyhuri A. Dahana A. Khoirul Anam A. Mustofa Bisri A. Qorib Hidayatullah A. Yusrianto Elga A.C. Andre Tanama A.J. Susmana A.S. Laksana A’an Jindan AS Abd. Mun’im Abdul Aziz Rasjid Abdul Hadi W.M. Abdul Kirno Tanda Abdul Lathif Abdul Malik Abdul Rauf Singkil Abdul Walid Abdurrahman Wachid Abdurrahman Wahid Abid Rohmanu Acep Iwan Saidi Acep Zamzam Noor Adek Alwi Adhi Pandoyo Adhitia Armitrianto Adhy Rical Adi Faridh Adian Husaini Adin Aditya Ardi N Adreas Anggit W. Adrizas Adu Pesona Sang Wakil Presiden RI AF. Tuasikal Afri Meldam Afrizal Malna AG. Alif Agama Agama Para Bajingan Agit Yogi Subandi Aguk Irawan M.N. Agus B. Harianto Agus Buchori Agus Noor Agus R. Sarjono Agus R. Subagyo Agus Rakasiwi Agus Sulton Agus Wibowo Agus Wirawan Aguslia Hidayah AH J Khuzaini Ah. Atok Illah Ahda Imran Ahid Hidayat Ahmad Anshori Ahmad Damanik Ahmad Fanani Mosah Ahmad Fatoni Ahmad Gaus Ahmad Hasan MS Ahmad Jauhari Ahmad Kekal Hamdani Ahmad Muchlish Amrin Ahmad Naufel Ahmad S. Zahari Ahmad Syafii Maarif Ahmad Yulden Erwin Ahmad Zaini Ahmadun Yosi Herfanda Ainul Fiah Akbar Ananda Speedgo Akhiriyati Sundari Akhmad Muhaimin Azzet Akhmad Sahal Akhmad Sekhu Akhmad Siddiq Akhmad Sofyan Hadi Akhmad Taufiq Akmal Nasery Basral Aksin Wijaya Al-Fairish Al-Ma'ruf I Al-Ma'ruf II Alang Khoiruddin Albert Camus Ali Mahmudi Ch Alia Swastika Alvi Puspita Alvin Amien Wangsitalaja Aminah Aming Aminoedhin Ana Mustamin Anam Rahus Anas AG Andhi Setyo Wibowo Andi Gunawan Andry Deblenk Angela Anggie Melianna Anindita S. Thayf Anis Ceha Anitya Wahdini Anjrah Lelono Broto Antologi Sastra Lamongan Anugerah Ronggowarsito Anwar Nuris Aprillia Ika Arida Fadrus Aridus Arie MP Tamba Arie Yani Arief Junianto Ariel Heryanto Ariera Arif Bagus Prasetyo Aris Kurniawan Armawati Arswendo Atmowiloto Art Sabukjanur Arti Bumi Intaran Arwan Aryo Wisanggeni Aryo Wisanggeni Gentong AS Sumbawi Asarpin Asep Sambodja Ashadi Ik Asrama Mahasiswa Aceh Sabena Asro Kamal Rokan Astrid Reza Asvi Warman Adam Atafras Atok Witono Awalludin GD Mualif Aziz Abdul Gofar Azwar Nazir Baca Puisi Badrus Siroj Bahrul Ulum A. Malik Balada Bambang kempling Bambang Riyanto Bamby Cahyadi Bandung Mawardi Bastian Zulyeno Beni Setia Benni Setiawan Benny Benke Bentara Budaya Yogyakarta Berita Berita Duka Berita Koran Berita Utama Bernando J. Sujibto Bernarda Rurit Berthold Damshauser Binhad Nurrohmat Biografi Bre Redana Brunel University Brunel University London Budaya Budi Darma Budi Jay Utomo Budi P. Hatees Budi Palopo Budi Setyarso Budi Sp. Indrajati Budiman S. Hartoyo Budiman Sudjatmiko Buku Kritik Sastra Buldanul Khuri Candrakirana Cangaan Ujungpangkah Gresik Jawa Timur Capres dan Cawapres 2019 Catatan Cawapres Jokowi Cerpen Chairil Anwar Chamim Kohari Chavchay Syaifullah Choirul Rikzqa Christian Heru Cahyo Saputro Cover Buku D. Dudu AR D. Zawawi Imron Dadang Ari Murtono Dadang Widjanarko Damiri Mahmud Dani Fuadhillah Daniel Paranamesa Darju Prasetya Dati Wahyuni Dawet Jabung Ponorogo Dedykalee Deni Jazuli Denny JA Denny Mizhar Desa Glogok Karanggeneng Lamongan Deshinta Arofah Dewi Dessy Wahyuni Dewan Kesenian Lamongan Dewi Anggraeni Dian Sukarno Diana A.V. Sasa Didik Kusbiantoro Dinas Perpustakaan Daerah Lamongan Diskusi buku Djadjat Sudradjat Djasepudin Djoko Pitono Djoko Saryono Djuli Djatiprambudi Djulianto Susantio Dody Kristianto Dody Yan Masfa Dorothea Rosa Herliany Dr Andi Irawan Dr Siti Muti’ah Setiawati Dr. Hilma Rosyida Ahmad Drs H Choirul Anam Drs. Solihin Dwi Cipta Dwi Fitria Dwi Kartika Rahayu Dwi Pranoto Dwi S. Wibowo Dwidjo Maksum Dyah Ayu Fitriana Eddi Koben Edeng Syamsul Ma’arif Edy Apriyanto Sudiyono Edy Firmansyah Edy Susanto Efri Ritonga EH Ismail Eidi Krina Jason Sembiring Eka Budianta Eko Hartono Eko Hendrawan Sofyan Eko Hendri Saiful El Sahra Mahendra Elita Sitorini Elly Trisnawati Ellyn Novellin Elokdyah Meswati Em. Syuhada' Emha Ainun Nadjib Encep Abdullah Eni Sulistiyawati Eny Rose Esai Ester Lince Napitupulu Etik Widya Evan Ys F Rahardi Fahrudin Nasrulloh Fahrur Rozi Fajar Alayubi Fakhrunnas MA Jabbar Fanani Rahman Fatah Yasin Noor Fathan Mubarak Fathul Qodir Fathul Qorib Felix K. Nesi Festival Gugur Gunung Festival Seni Surabaya 2011 Festival Teater Religi Pelajar SLTA Se-kabupaten Lamongan Fikri. MS Fiqih Arfani Firman Daeva Forum Lingkar Pena Lamongan Forum Penulis dan Penggiat Literasi Lamongan (FP2L) Forum Santri Nasional Forum Santri Nasional (FSN) Free Hearty Galuh Tulus Utama Gandis Uka Ganug Nugroho Adi Gedung Sabudga UNISDA Lamongan Gendut Riyanto Gerakan Literasi Nasional Gerakan Surah Buku (GSB) Gerson Poyk Gesit Ariyanto Gita Pratama Glenn Fredly Goenawan Mohamad Golput Gombloh Gombloh (1948 – 1988) Grathia Pitaloka Gugun el-Guyanie Gunoto Saparie Gus Ahmad Syauqi Ma'ruf Amin Gus Dur H.B. Jassin Hadi Napster Hafis Azhari Halim HD Halimi Zuhdy Hamid Dabashi Han Gagas Hardi Hamzah Hari Prasetyo Haris Del Hakim Haris Saputra Hary B Kori’un Hasan Basri Marwah Hasan Junus Hasif Amini Hasnan Bachtiar Hasyim Asy’ari Hendro Situmorang Henri Nurcahyo Henry H Loupias Hera Khaerani Heri CS Heri Kris Heri Latief Heri Listianto Herman RN Hernadi Tanzil Herry Lamongan Heru Kuntoyo Heru Kurniawan Hikmat Darmawan Holy Adib Hudan Hidayat Hujuala Rika Ayu Humaidi Humam S Chudori I Made Asdhiana I Nyoman Suaka I. B. Putera Manuaba IBM. Dharma Palguna Ibnu Rusydi Ibnu Wahyudi Ichwan Prasetyo Ida Fitri Ignas Kleden Ilham Safutra Ilham Wancoko Imam Munadjat Imam Nawawi Imam Zanatul Huaeri Imamuddin SA Iman Budhi Santosa Iman Herdiana Imron Arlado Imron Rosyid Imron Tohari Indiar Manggara Indigo Art Space Madiun Indra Tjahyadi Indrian Koto Ingki Rinaldi Iqmal Tahir Is Faridatul Arifah Isbedy Stiawan Z.S. Iskandar Noe Iskandar Zulkarnain Isra’ Mi’raj Iswadi Pratama Iswara N Raditya Iva Titin Shovia Iwan Awaluddin Yusuf Iwan Gunadi J. Sumardianta Jamrin Abubakar Jansen Sinamo Janu Jolang Janual Aidi Javed Paul Syatha Jayaning S.A Jejak Laskar Hisbullah Jombang Jemie Simatupang Jenny Ang Jiero Cafe Jihan Fauziah JJ. Kusni Jl Simo Jo Batara Surya Jodhi Yudono Joko Budhiarto Joko Sadewo Joko Sandur Joko Widodo Jones Gultom Joni Ariadinata Joresan Mlarak Ponorogo Joseph E. Stiglitz Jual Buku Paket Hemat Junus Satrio Jurnalisme Sastra K. Hirzuddin Hasbullah K.H. Anwar Manshur K.H. M. Najib Muhammad K.H. Ma’ruf Amin K.H. Masrikhan Asy'ari K.H. Mudzakir Ma'ruf Kadjie MM Kajian Kitab Nashoihul 'Ibad Kang Daniel Karanggeneng Kartika Foundation Kasanwikrama Kasnadi Katrin Bandel Kedai Kopi Sastra Kekal Hamdani Kemah Budaya Panturan (KBP) Kesenian KH. M. Najib Muhammad KH. Ma'ruf Amin Khairul Mufid Jr Khawas Auskarni Khoirul Anwar Khoirul Inayah Khoirul Naim Khoirul Rosyadi Ki Ompong Sudarsono Kitab Arbain Nawawi Kitab Puisi Suluk Berahi karya Gampang Prawoto Ko Hyeong Ryeol Koh Young Hun Koko Sudarsono Komaruddin Hidayat Kompas TV Komplek Gor Kamantren Paciran Lamongan Komunitas Deo Gratias Komunitas Penulis Katolik Deo Gratias Komunitas Perupa Lamongan (KOSPELA) Komunitas Sastra Teater Lamongan (KOSTELA) Komunitas Teater Sekolah Kabupaten Gresik (KOTA SEGER) Kopi Bubuk Mbok Djum Kopuisi Korban Gempa di Lombok Kospela KPRI IKMAL Lamongan Kris Razianto Mada Kritik Sastra Kurnia Sari Aziza Kurniawan Kusni Kasdut Kuswaidi Syafi’ie Kuswinarto Lagu Laili Rahmawati Laksmi Sitoresmi Lamongan Lan Fang Larung Sastra Lathifa Akmaliyah Latif Fianto Leila S. Chudori Leo Tolstoy Lina Kelana Listiyono Santoso Liya Izzatul Iffah Liza Wahyuninto Lucky Aditya Ramadhan Ludruk Jawa Timur Lukisan Lukman Alm Lukman Santoso Az Luqman Almishr Lustantini Septiningsih Lutfi S. Mendut Lynglieastrid Isabellita M Ismail M Zainuddin M. Afif Hasbullah M. Faizi M. Iqbal Dawami M. Irfan Hidayatullah M. Latief M. Lukluk Atsmara Anjaina M. Lutfi M. Mushthafa M. Riza Fahlevi M. Yoesoef M.D. Atmaja M’Shoe Madrasah Ibtida’iyah Thoriqotul Hidayah 1 Maghfur Munif Mahendra Cipta Mahmud Jauhari Ali Mahmud Syaltut Usfa Mahwi Air Tawar Majelis Ulama Indonesia Makalah Tinjauan Ilmiah Malam Apresiasi Seni Tanahmerah Ponorogo Maman S. Mahayana Mantan Pastur Hafidz Al-Qur'an Maqhia Nisima Mardi Luhung Margita Widiyatmaka Marhalim Zaini Maria Magdalena Bhoernomo Marjohan Marsel Robot Martin Aleida Martin Hatch Marwan Ja'far Marwita Oktaviana Marzuki Mustamar Mashuri Masjid Tegalsari di Pesantren Gerbang Tinatar Masuki M. Astro Matroni el-Moezany Matroni Muserang Max Arifin Maya Handhini Mbah Kalbakal Medco Media Jawa Timur Medri Osno Mega Vristian Mei Anjar Wintolo Membongkar Mitos Kesusastraan Indonesia Memoar Memoar Purnama di Kampung Halaman Menggalang Dana Amal Mentari Meida Mh Zaelani Tammaka Michael Gunadi Widjaja Mien Uno (Ibunda Sandiaga Uno) Misbahul Huda Misbahus Surur Moch. Faisol Mochammad A. Tomtom Moh Samsul Arifin Moh. Ghufron Cholid Mohamad Ali Hisyam Mohammad Afifi Mohammad Rafi Azzamy Mts Putra-Putri Simo-Sungelebak Muh Muhlisin Muhammad Al-Fayyadl Muhammad Ghannoe Muhammad Ghufron Muhammad Hidayat Muhammad Marzuki Muhammad Muhibbuddin Muhammad N. Hassan Muhammad Rain Muhammad Taufik Muhammad Yasir Muhammad Zia Ulhaq Muhammadun A.S. Muhibin AM Muhidin M Dahlan Mujtahid Mujtahidin Billah Mukafi Niam Mukhsin Amar Mukti Sutarman Espe Mulyadi SA Mulyosari Banyuurip Ujung Pangkah Gresik Jawa Timur Mun'im Sirry Muntamah Cendani Museum Bikon Blewut Ledalero Musfarayani Musfi Efrizal Musyayana Mutia Sukma N. Syamsuddin CH. Haesy Nabi Adam Nanang Fahrudin Nandang Darana Naskah Monolog Naskah Teater Nasru Alam Aziz Nelson Alwi Ni Luh Made Pertiwi F Nindya Herdianti Ninin Nurzalina Wati Nitis Sahpeni Nono Anwar Makarim Noor H. Dee Noorsam Noval Jubbek Novel Pekik Novianti Setuningsih Nu’man ‘Zeus’ Anggara Nur Hamzah Nur Haryanto Nurani Soyomukti Nurel Javissyarqi Nuruddin Al Indunissy Nurul Aini Nurul Anam Nurul Komariyah Nuryana Asmaudi SA Nuswantoro Nyimas Nyoman Tingkat Obrolan Oktamandjaya Wiguna Oky Sanjaya Opini Orasi Budaya Akhir Tahun 2018 Oyos Saroso H.N. Padepokan Lemah Putih Surakarta Pagelaran Musim Tandur Pameran Seni Rupa Panda MT Siallagan Pawang Surya Kencana PDS H.B. Jassin Pekan Literasi Lamongan Pelukis Dahlan Kong Pelukis Jumartono Pelukis Saron Pelukis Senior Tarmuzie Pendidikan Penerbit SastraSewu Penerbitan dan Toko Buku PUstaka puJAngga Lamongan Pengajian Pengetahuan Perang Peringatan Hari Pahlawan 10 November Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Pesantren An Nawawi Tanara (Penata) Pesantren Kampung Inggris Peserta TEMU SASTRA JAWA TIMUR 2011 Petrik Matanasi Pilang Tejoasri Laren Lamongan Pilang Tejoasri Laren Lamongan Jawa Timur Pilkada Piramid Giza Politik Pondok Pesantren Al-Madienah Pondok Pesantren Ali Bin Abi Thalib Kota Tidore Kepulauan Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang Pradana Boy ZTF Pradaningrum Mijarto Pramoedya Ananta Toer Prih Prawesti Febriani Pringadi AS Prof Dr Achmad Zahro Prof Dr Aminuddin Kasdi Profil MA Matholi'ul Anwar Prosa Puisi Puisi Menolak Korupsi Puisi Menolak Korupsi (PMK) Puji Hartanto Puji Santosa Puput Amiranti N Purwanto Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin Puspita Rose Pustaka Ilalang PUstaka puJAngga Putri Utami Putu Satria Kusuma Putu Setia Putu Wijaya R. Sugiarti R. Timur Budi Raja R.Ng. Ronggowarsito Rabdul Rohim Radhar Panca Dahana Raedu Basha Rahmat Sazaly Rahmat Sularso Nh Raihul Fadjri Rakai Lukman Rakhmat Giryadi Ramadhan Batubara Rambuana Raudal Tanjung Banua Raudlotul Immaroh Redland Movie Rengga AP Reni Lismawati Resensi Restoe Prawironegoro Ibrahim Riadi Ngasiran Rian Sindu Ribut Wijoto Rieke Diah Pitaloka Riki Dhamparan Putra Rinto Andriono Rizka Halida Rizky Putri Pratimi Robin Al Kautsar Rocky Gerung Rodli TL Rofiqi Hasan Rohmad Hadiwijoyo Rohmah Maulidia Rohman Abdullah Rojiful Mamduh Rosdiansyah Rosi Rosidi Roso Titi Sarkoro Rumah Budaya Pantura (RBP) Rumah Budaya Pantura Lamongan Rumah Literasi Rx King Motor S Yoga S. Jai S.I. Poeradisastra S.W. Teofani Sabrank Suparno Saiful Amin Ghofur Saifur Rohman Sajak Salamet Wahedi Salman Rusydie Anwar Samsudin Adlawi Sandiaga Uno Sanggar Pasir Sanggar Pasir Art and Culture Santi Puji Rahayu Sapardi Djoko Damono Sardono W Kusumo Sartika Sari Sarworo Sp Sastra Facebook Satmoko Budi Santoso Satrio Lintang Satyagraha Hoerip Saut Situmorang Savidapius Sayuri Yosiana Sayyid Fahmi Alathas Sejarah Sekolah Literasi Gratis SelaSAstra Boenga Ketjil SelaSAstra Boenga Ketjil #23 SelaSAstra Boenga Ketjil #24 Seni Ambeng Ponorogo Senirupa Seno Joko Suyono Septi Sutrisna Sergi Sutanto Setia Naka Andrian Shiny.ane el’poesya Shofiyatuz Zahroh Shohebul Umam JR Sholihul Huda Sidik Nugroho Sigit Susanto Sihar Ramses Simatupang Silfia Hanani Sindu Putra Sita Planasari Aquadini Siti Muyassarotul Hafidzoh Siti Sa’adah Siwi Dwi Saputro Sjifa Amori Slamet Hadi Purnomo Soediro Satoto Soegiharto Soeprijadi Tomodihardjo Soetanto Soepiadhy Sofyan RH. Zaid Soni Farid Maulana Sony Prasetyotomo Sony Wibisono Sosiawan Leak Sreismitha Wungkul Sri Igustin Sri Mulyani Sri Wintala Achmad Sriyanto Danoesiswoyo Stefanus P. Elu Stevani Elisabeth STKIP PGRI Ponorogo Student Center Kampus ISI Yogyakarta Subagio Sastrowardoyo Suci Ayu Latifah Sudarmoko Sugeng Ariyadi Sukitman Sumenep Sumiati Anastasia Sunaryono Basuki Ks Sungatno Sungelebak Sunlie Thomas Alexander Sunu Wasono Sunudyantoro Supriyadi Suripto SH Surya Lesmana Suryanto Sastroatmodjo Susianna Sutan Takdir Alisjahbana Sutardi Sutardji Calzoum Bachri Sutejo Suwardi Endraswara Suyadi San Syafrizal Sahrun Syaifuddin Gani Syaikh Prof. Dr. dr. Yusri Abdul Jabbar al-Hasani Asyadzili Syaikh Yusri al-Hasani Al Azhari Syamsul Arifin Syamsul Rizal Syi'ir Syifa Amori Syifa Aulia T.A. Sakti Tajuddin Noor Ganie Tamrin Bey dan Robin Al Kautsar TanahmeraH ArtSpace Tarpin A. Nasri Taufik Rachman Taufiq Ismail Taufiq Wr. Hidayat Teater Teater Air Teater Bias Teater Biru Teater Cepak Teater Dua Teater Kanjeng Teater Lingkar Merah Putih Teater Mikro Teater nDrinDinG Teater Nusa Teater Padi Teater Roda UNISDA Lamongan Teater Sakalintang Teater Tali Mama Teater Taman Teater Tawon Teater Tewol Teguh LR Temu Karya Teater Jawa Timur XXI Temu Penyair Timur Jawa Tengsoe Tjahjono Teori Darwin Teori Fisika Hawking Tgk Abdullah Lam U Tharie Rietha The Ibrahim Hosen Institute Theresia Purbandini Thomas Koten Tien Rostini Timur Arif Riyadi Tjahjono Widarmanto Tjut Zakiyah Anshari Toeti Adhitama Tosa Poetra Tri Andhi S Triyanto triwikromo Tu-ngang Iskandar Tulus S Tutut Herlina Ucu Agustin Udo Z. Karzi Ulil Abshar-Abdalla Umar Fauzi Uniawati Unieq Awien Universitas Jember Usman Arrumy Ustadz Bangun Samudra Uwell's King Shop Uwell's Setiawan Vassilisa Agata Veven Sp. Wardhana Viddy AD Daery Video Vino Warsono Virdika Rizky Utama Vita Devi Ajeng Pratiwi W. Haryanto W.S. Rendra Wakos R. Gautama Wawan Eko Yulianto Wawancara Welly Suryandoko William Shakespeare Wisnu Kisawa Wiwik Widiyati Wong Wing King Wuri Kartiasih Y. Wibowo Yayasan Thoriqotul Hidayah 1 Yayat R. Cipasang Yesi Devisa Yesi Devisa Putri Yohanes Sehandi Yona Primadesi Yonathan Rahardjo Yudhi Herwibowo Yudi Latif Yulianto Yuliawati Yunanto Sutyastomo Yunus Supriyanto Yurnaldi Yushifull Ilmy Yusri Fajar Yusuf AN Yusuf Suharto Yusuf Wibisono Yuval Noah Harari Yuyuk Sugarman Z. Mustopa Zaim Rofiqi Zainal Arifin Thoha Zarra Martsella Zawawi Se Zed Abidien Zehan Zareez Zen Hae Zii Zuhdi Swt