Memuat...

Rabu, 16 Juli 2014

Hak Kekayaan Intelektual: Terima Kasih Reog Ponorogo…

Gesit Ariyanto
Kompas, 14 Des 2007

EKSPRESI kemarahan masyarakat Indonesia belum sepenuhnya reda pascapromosi wisata Malaysia yang menghebohkan karena mengklaim lagu Rasa Sayange dan reog Ponorogo sebagai khazanah budayanya. Entah apa ekspresi berikutnya bila produk budaya tradisional angklung dan batik benar-benar mereka “eksploitir”. Hah…!? Sabar dulu.

Tahun Penyadaran Seni Budaya

Rizka Halida
Media Indonesia, 8 Jan 2008

PERNAH dengar ungkapan, ‘Kita tak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangan dia’? Itulah yang kini kita, orang Indonesia, alami dalam bidang seni budaya. Kekayaan seni budaya warisan nenek moyang yang selama ini kita anggap sebagai sebuah keniscayaan tiba-tiba terancam hilang. Sesuatu yang tadinya terlupakan, kini kembali muncul dalam ingatan dan coba dipertahankan.

Budaya Bangsa yang Tergadai

Medri Osno *
Riau Pos, 8 Sep 2013

KETIKA negara lain mengklaim beberapa kesenian Indonesia menjadi miliknya, kita pun sibuk seperti orang kebakaran jenggot. Belum lekang dari ingatan kita tentang kasus tari pendet, reog ponorogo, dan beberapa lagu daerah yang ‘dicaplok’ Malaysia serta hilangnya beberapa arca peninggalan bersejarah di Museum Radyapustaka, Surakarta -besar kemungkinan hal ini juga terjadi di seluruh Indonesia.

PANCANA, KAMPUNG PENULIS SASTRA TERPANJANG DI DUNIA

Jamrin Abubakar
kompasiana.com/jamrin_abubakar

MULANYA tidak begitu dikenal dan dianggap biasa saja, namun ketika Seminar Internasional I La Galigo digelar tahun 2002 yang dihadiri sejumlah seniman, budayawan dan peneliti dari berbagai Negara, praktis Desa Pancana begitu terkenal. Terbilang mengejutkan, sebelumnya tak banyak yang tahu kalau desa itu punya latar belakang sejarah dan budaya yang amat menarik. Bahkan merupakan salah satu pusat sastra dunia yang ditulis pujangga asli Bugis.

Minggu, 06 Juli 2014

Rute Raya, Jalan Kebudayaan

Acep Iwan Saidi
Pikiran Rakyat, 9 Jan 2011

1
Seperti tahun sebelumnya, secara umum kehidupan kebudayaan di Jawa Barat pada 2010 berjalan biasa-biasa saja, tak ada pencapaian menonjol. Dari segi event, satu-satunya peristiwa yang boleh dicatat sebagai prestasi adalah Pasar Seni 101010 ITB. Helatan ini secara fisik menyedot ribuan orang mengunjunginya dan menyebabkan terjadinya transaksi ekonomi yang luar biasa. Secara nonfisik, pasar ini juga menawarkan konsep sekaligus kritik tentang makna pasar itu sendiri, khususnya terhadap fenomena pasar seni rupa dan secara umum terhadap gerakan pasar modern yang kian menyisihkan pasar tradisional sehingga dengan begitu kian melesapkan ekonomi kerakyatan. Pasar ini hendak mengingatkan publik pada hypermarket, yang kata Yasraf Amir Piliang, telah bergerak ke arah pasar psikopat.

Pengikut